Hukum & Kriminal

Model Asal Banyuwangi Nyaris Diperkosa di Hotel Melati

Banyuwangi (beritajatim.com) – Seorang model asal Banyuwangi berinisial TR (20) mendapat perlakuan tidak senonoh oleh oknum pelaku seni pada production house (PH) film FTV asal Jakarta. Ia mengaku nyaris diperkosa oleh oknum tersebut saat tim mengadakan casting pada sebuah hotel melati.

“Saya disuruh baca skenario dan melakukan akting di kamar hotel. Saat itu peserta casting banyak, tapi saya disuruh tetap di dalam kamar. Sementara yang lain di luar,” ungkap TR, Selasa (23/6/2020).

Mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi itu mengaku sejak awal ada gelagat tidak baik dari oknum tersebut terhadapnya. Anehnya, saat para peserta casting lain boleh pulang TR tetap ditahan di dalam kamar. Alasannya, korban hendak diberi arahan terkait perannya sebagai pemain utama FTV yang hendak digarap dengan setting Banyuwangi dan Bali.

“Sempat tanya harga ku per malam berapa. Si oknum itu juga mengeluarkan sebilah pisau. Karena takut saya lari ke kamar mandi, sembunyi,” ungkapnya.

Padahal, malam itu TR didampingi Alimi, staf dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi serta Subari Sofyan, pengelola sanggar tari yang merekrut TR untuk menjalani casting. Mahasiswi asal Kecamatan Banyuwangi tersebut, menurut Subari, baru keluar dari kamar mandi setelah dia dan rekan – rekannya membikin skenario kecil.

“Saya, Pak Alimi disuruh pulang dulu. Teman TR yang berangkat casting bareng juga disuruh pulang lebih dulu. Tapi pikiran kami nggak enak dan membikin drama seolah-olah pacar TR datang menjemput. Malam itu posisi TR di kamar lantai dua,” tutur Subari salah satu talent pendamping asal Banyuwangi yang ditemui di Disbudpar.

Sementara itu, Plt Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofiq, mengetahui informasi itu akan bertindak tegas. Pihaknya meminta aktivitas PH tersebut di Tanah Blambangan untuk dihentikan sementara. “Kita akan panggil oknum pekerja PH tersebut. Sebelum itu kami akan mendalami keterangan dari korban,” terangnya.

Meskipun, kata Rofiq, sebelumnya pihak PH memang telah berkomunikasi dengan Disbudpar Banyuwangi. Namun, pihaknya mendukung TR untuk melaporkan kejadian ini ke pihak Polisi.

“Pihak PH memang melakukan komunikasi dengan kita untuk melakukan syuting FTV di Banyuwangi. Karena ceritanya di Banyuwangi dan Bali, maka dipilih beberapa lokasi untuk pengambilan gambar. Bahkan ada beberapa pemain lokal yang dilibatkan. Makanya kami menghubungi Mas Subari untuk membantu mempersiapkan calon pemain dan penarinya,” terangnya.

Benar saja, TR melayangkan laporan resmi kasus yang dialami ke Mapolsek Kota Banyuwangi. Laporan ini sedang didalami polisi. Tahap awal aparat telah memintai keterangan korban. “Baiklah, kalau memang mau diproses hukum kita jalankan,” begitu kata Ipda Siswanto Hadi.

Polisi Amankan Satu Orang dari PH
Kepolisian Resort Kota Banyuwangi bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pelecehan terhadap calon bintang film tersebut. Terbaru, Polresta Banyuwangi mengamankan satu orang pria yang diduga seorang oknum PH.

“Kita mengarah dugaan satu tersangka berdasarkan sejumlah bukti, kita juga lakukan penyelidikan dan kita memeriksa lebih kurang lima orang saksi,” jelas Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin, Rabu (24/6/2020).

Bahkan, hasil pemeriksaan itu mengerucut untuk mengamankan satu orang yang diduga pelaku percobaan pemerkosaan itu. “Sudah kita amankan, sementara masih dalam proses selanjutnya nanti akan kita sampaikan,” pungkasnya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar