Hukum & Kriminal

Modal Kunci T, Jevi Curi 3 Motor di Surabaya

Jevi pelaku pencurian motor usai diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya belum lama ini. (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Sudah banyak orang kehilangan motor dan bahkan ada yang kehilangan lebih dari sekali. Fakta itu tak membuat warga protektif terhadap motornya dengan memberi kunci ganda atau pengaman tambahan. Padahal tanpa ada pengaman tambahan, pelaku pencurian motor semakin mudah menjalankan aksinya.

Seperti aksi petualangan Jevi Yan Sugiarto (22), bandit motor asal Bulak Cupat Utara III. Pemuda tersebut terlibat pencurian motor di depan warnet, Jalan Bulak Cumpat Utara. Beruntung aksinya berakhir di tangan anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Tersangka curanmor ini modusnya mencari sasaran motor yang diparkir di pinggir jalan. Sebab banyak warga yang tak memberi pengaman tambahan saat parkir. Malah ada yang parkir kuncinya ditinggal atau tertinggal,” kata Kanit Jatanras Iptu Agung Kurnia, Senin (25/1/2021).

Lebih lanjut Iptu Agung menjelaskan, sebelum tertangkap, tersangka ini awalnya berkeliling mencari sasaran secara acak dengan bersama temannya boncengan naik motor. Saat melihat motor terparkir di depan warnet, Jalan Bulak Cumpat Utara, pelaku langsung mengamatinya. Kebetulan kawasan tersebut sepi.

Merasa menemukan target, Jevi turun dan menghampiri motor. Setelah memastikan situasi aman, langsung merusak kunci stir dengan menggunakan kunci T. Setelah berhasil, tersangka langsung melarikan diri. Dia disusul temannya dari belakang untuk menjual motor hasil curian ke Madura.

Terungkapnya kasus ini setelah anggota mendapatkan laporan dari korban. Kemudian direspons dengan melakukan penyelidikan di TKP dan pemeriksaan CCTV yang ada di warnet.

Alhasil, anggota berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku, yakni Jevi. Kemudian anggota bergerak dan berhasil menangkap warga Bulak Cumpat. Namun, pelaku yang hendak ditangkap ini melawan dan berusaha melarikan diri. Sehingga petugas pun melepaskan timah panas dan bersarang di kakinya.

“Tersangka saat kami tangkap hendak kabur, sehingga terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas,” tegas Agung.

Setelah mendapatkan perawatan, Jevi langsung dibawa ke Mapoltabes Surabaya untuk diperiksa. Petugas juga menyita kunci pas ukuran 8.

Di hadapan petugas, Jevi mengakui semua perbuatannya dan sudah tiga kali beraksi. Antara lain di depan musala Jalan Bulak Setro Utara, Jalan Bulak Tanjung, dan Bulak Cuma Barat.

“Motor kami jual ke penadah di daerah Madura,” terang Jevi. [man/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar