Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Mobil Tahanan Sudah Disiapkan untuk Angkut 9 Tersangka Kasus BOP Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan menetapkan sembilan tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Tahun Anggaran 2020. Sembilan tersangka tersebut segera ditahan malam ini, Kamis (17/3/2022).

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra mengatakan, sebelum dilakukan penahanan, sembilan tersangka mengikuti serangkaian pemeriksaan selama lima jam lebih oleh penyidik dan langsung dijebloskan ke sel tahanan. “Sembilan orang ini langsung kita tetapkan tersangka dan langsung ditahan selama 20 hari ke depan,” kata Denny.

Kasi Pidsus mengungkapkan, alasan penahanan guna mempermudah proses penyidikan. Selain itu, penahanan dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. “Untuk mempermudah penyidikan dan agar tidak melarikan diri, ataupun menghilangkan barang bukti,” terangnya.

Dari hasil penghitungan kerugian negara, ditemukan penyalahgunaan anggaran Rp 3 miliar. Denny, menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lagi. “Ini baru tahap 1, kemungkin besar akan ada tersangka lagi. Tim penyidik masih tetap melakukan pendalaman guna menemukan fakta baru dan akan terus menggali apakah ada keterlibatan oknum DPRD yang terlibat,” tandasnya.

Delapan tersangka kasus BOP yakni, YK (38), MS (40), MN (48) , AH (48), NR (54) dan HF (33). Keenam tersangka merupakan tim relawan. Sedangkan satu tersangka RH (60) tenaga ahli dewan. Serta anggota dewan berinisal SA (48).

Hingga pukul 19.30 WIB, sembilan tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik. Nampak mobil tahanan Kejari disiapkan dihalaman kantor Kejari untuk mengangkut delapan tersangka ke Rutan Bangil. [ada/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar