Hukum & Kriminal

Mobil Dipinjam untuk Mencuri, Kades di Sampang Diamankan Polisi

Mobil Kades yang disita oleh polisi sebagai barang bukti untuk aksi pencurian Accu

Sampang (beritajatim.com) – Seorang Kepala Desa (Kades) Desa Nyiloh inisial S ikut diamankan oleh jajaran Satreskrim setempat, karena diduga terlibat dalam aksi kriminal pencurian yang dilakukan oleh pelaku Mustar Bin Martuham (27) bersama keempat temannya yang saat ini masih buron. Penangkapan terkait kasus pencurian Accu bagian komponen penting alat berat di area pertambangan Galian C, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasatreskrim AKP Riki Donaire Piliang membenarkan bahwa Kades Nyiloh saat ini sudah diamankan ke Mapolres Sampang. Dia diduga ikut memimjamkan sarana transportasi jenis Wuling berwarna merah bernopol M 1709 ND kepada komplotan pencuri.

Anehnya, menurut pengakuan tersangka Mustar, bahwa Kades tersebut mempersilakan mobilnya dipinjam untuk melakukan aksi kejahatan. “Dari keterangan pelaku Mustar, si Kades kita amankan,” terangnya, Kamis (18/6/2020).

Ditanya soal status Kades Nyiloh S, AKP Riki menyatakan masih belum ditetapkan sebagai tersangka. Sebab hingga saat ini masih tahap penyelidikan.

“Belum ditetapkan tersangka sementara ini Kades Nyiloh dipersangkakan Pasal 56 KUHP karena memberikan fasilitas untuk perbuatan tindak pidana,” tandasnya.

Sekadar diketahui, pencurian komponen alat berat dilakukan oleh Mustar dan empat pelaku yakni SB, MN, BH dan IH yang saat ini statusnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). AKP Riki menceritakan, peristiwa pencurian itu terjadi pada 11 Juni 2020 lalu, sekitrar pukul 01.00 WIB. Saat itu, tersangka Mustar dihubungi oleh salah satu rekannya berinisial SB untuk diajak mencuri. Namun sebelum mereka melancarkan aksinya, SB mengajak Mustar ke rumah Kades Nyeloh untuk meminjam mobil Wuling berwarna merah bernopol M 1709 ND.

Usai pinjam mobil milik kades, mereka menuju ke rumah SB untuk menjemput tiga rekan yang lain diantaranya, MN, BH dan IH yang memang sebelumnya sudah menunggu, kemudian mereka menuju ke area pertambangan milik Kades Desa Buker di wilayah perbukitan desa itu.

Sesampainya di lokasi perbukitan, pelaku Mustar meninggalkan rekan-rekannya dengan menggunakan mobil yang dipinjam ke Kades itu untuk pergi ke rumahnya. Sekitar pukul 02.30 WIB, Mustar kembali dihubungi oleh keempat rekannya untuk menjemputnya di tempat semula. Akan tetapi, nasib nahas yang diterima Mustar, sebab ketika ke Tempat Lokasi Kejadian (TKP) telah banyak warga yang menghadangnya sehingga Mustar langsung diamankan oleh warga setempat. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar