Hukum & Kriminal

Meski Minim Personel, Kejari Ponorogo Komitmen Awasi Dana Desa

Kajari Ponorogo Indah Laila. (foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pengungkapan kasus korupsi di Desa Kambeng Kecamatan Slahung Ponorogo membuat publik di bumi reyog terhenyak. Parmi, mantan kades setempat dijadikan tersangka, setelah diduga melakukan korupsi dana desa hingga nominal Rp. 523 juta.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo merasa prihatin atas kejadian rasuah tersebut. ”Setiap ada pertemuan dengan para kades di Ponorogo, kami selalu menyampaikan sosialisasi agar tidak main-main dengan dana desa. Namun masih ada oknum yang melakukan,” kata Kajari Ponorogo Indah Laila, Rabu (2/10/2019).

Indah panggilan Indah Laila mengungkapkan berbagai upaya sudah dilakukan kejaksaan untuk meminimalisir adanya kasus korupsi dari dana desa tersenut. Dia menyebut misalnya melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Kades dikumpulkan rutin bekerjasama dengan Dinas Permberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ponorogo. Para kades rutin mendapatkan pengarahan dalam memanfaatkan dana desa maupun alokasi dana desa.

”Pengawasannya berada dikendali kasi intel,” katanya.

Banyaknya desa di Ponorogo yang mencapai sekitar 289 desa, Indah mengaku tidak seimbang dengan personilnya di kejaksaan. Dia tidak mungkin bisa door to door ke desa-desa dalam melakukan pengawasan. Karena dikhawatirkan, tugas pokok lain bisa terbengkalai karena jumlah personil yang memang sedikit. Padahal perintah Pemerintah Pusat kepada jaksa, untuk mensukseskan jalannya pembangunan di desa-desa.

”Kami tidak lelah akan mengawasi dan berusaha supaya dana desa bisa dimanfaatkan secara transparan, akuntabel, serta bertanggugjawab. Supaya masyarakat desa lebih sejahtera,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar