Hukum & Kriminal

Meski Divonis Bersalah, Pendukung Gus Nur Tetap Sujud Syukur

Surabaya (beritajatim.com) – Meski Sugi Nur Raharja alias Gus Nur divonis bersalah dan dihukum satu tahun enam bulan penjara, namun ratusan pendukungnya tetap sujud syukur. Hal itu dilakukan lantaran majelis hakim dalam amar putusannya tidak memerintahkan supaya Gus Nur langsung ditahan.

“Jadi kita bersyukur karena Gus Nur tidak ditahan, jadi Gus Nur masih bisa bertauziyah,” ujar salah massa yang memimpin aksi.

Secara serempak, pendukung Gus Nur melakukan sujud syukur usai vonis dibacakan majelis hakim. Sujud syukur ini dilakukan di sepanjang jalan Arjuna sisi utara.

Perlu diketahui, majelis hakim yang diketuai Slamet Riyadi menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan atau 18 bulan padq Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/10/2019). Gus Nur oleh hakim dinilai terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap Generasi Muda NU.

Dalam amar putusan hakim disebutkan bahwa Gus Nur dinilai memenuhi semua unsur dalam pasal yang dijeratkan pada terdakwa.

Dalam amar majelis hakim disebutkan, hakim menolak dalih terdakwa bahwa yang dimaksud dalam hal ini adalah pemilik akun generasi muda NU bukan generasi NU secara keseluruhan. Halim tidak bisa menerima alasan tersebut karena kata-kata ” Hai generasi muda NU,” yang berarti bahwa itu menunjukkan sekelompok orang bukan secara pribadi. Kalau menunjukkan secara pribadi mestinya langsung mengatakan ” pemilik akun generasi muda NU”

“Gus nur harusnya bisa sabar untuk mencari siapa pemilik akun tersebut karena hal itu bisa dibuktikan bahwa gus Nur akhirnya menemukan pemilik akun tersebut sebagaimana disertakan dalam bukti yang ditunjukkan dalam persidangan,” ujar hakim dalam amar putusannya.

Terkait pemotongan video yang diungkapkan terdakwa dalam pembelaannya, hakim juga menolak karena dalam pemotongan video tersebut bagian yang menghina tertuang dalam pemotongan tersebut. “Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencemaran nama baik yang didistribusikan melalui UU ITE. Menjatuhkan pidana penjara selama satu enam bulan,” ujar hakim dalam putusannya. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar