Hukum & Kriminal

Pelaku Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Malang

Merasa Dihina, Mantan Karyawan Sileti Wajah Juragan hingga Akhirnya Meninggal

Tersangka NP dan RB usai ditangkap Satreskrim Polres Malang, Jumat (19/2/2021). Foto : Brama Yoga/Beritajatim.com

Malang (beritajatim.com) – Seorang tersangka perampokan dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Pelaku berinisial NP(17), warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini, tega menganiaya korban menggunakan pisau cutter. Sayatan di tubuh dan wajah korban, mengakibatkan korban meninggal dunia setelah dilakukan perawatan di rumah sakit.

“Korban mengalami luka sayatan cutter di bagian wajah dan leher. Sempat dibawa ke Rumah Sakit Bokor Turen, namun meninggal dunia,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Jumat (19/2/2021) sore dalam konfrensi persnya.

Kata Hendri, aksi tega pelaku menyakiti korbannya di dasari karena tersangka NP, punya dendam pribadi terhadap korban yang seorang pemilik toko foto copy dan alas tulis kantor (ATK) di Jalan Raya Ahmad Yani, Turen.

“Tersangka NP ini mantan pegawai korban. Lalu mengundurkan diri. Kejadiannya sekitar bulan Juli 2020 lalu. Dimana tersangka masuk ke dalam toko foto copy melalui atap genting,” terang Hendri.

Saat beraksi pada pukul 02.00 wib, tersangka NP dibantu seorang kawannya berinisial RB (23), warga Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. RB bertugas menjaga situasi di sekitar lokasi kejadian.

Setelah berhasil masuk ke dalam toko, tersangka mematikan saklar lampu. Karena aksinya terpergok korban yakni Rudi Jauhari (48) dan Ida Mulyani (44) pemilik toko, tersangka lalu mengayunkan cutter ke arah Ida. Sementara Rudi, sempat berhasil kabur namun oleh korban, dikejar hingga terkena sayatan cutter.

Rudi akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit. “Pelaku merasa kesal dan dendam, karena sewaktu masih bekerja ikut dengan korban, sering diejek dan dihina. Sehingga pelaku merencanakan aksi pencurian dengan melukai korbannya,” papar Hendri Umar.

Sementara itu, tersangka NP berdalih kesal dengan korban karena saat nenjadi pegawai di tempat korban, selalu dihina. “Saya kesal, dendam. Karena bapak saya yang bekerja serabutan kerap dikata-katain. Dibilang gak tegas. Saya kabur dan berpindah pindah tempat ke rumah temen-temen usai kejadian,” ujar NP.

Dari merampok tempat usaha korban, tersangka menggasak uang tunai Rp 2,5 juta. Serta ratusan lembar meterai nominal sepuluh ribu dan enam ribu rupiah. Atas perbuatannya, NP dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 tentang pencurian dan kekerasan. Ancaman hukuman penjara seumur hidup. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar