Hukum & Kriminal

Menilap Uang Setoran Debitur Puluhan Juta, Karyawan Finance di Kediri Dijebloskan Bui

Kediri (beritajatim.com) – Lintang Pandu Wirawan (29) diringkus anggota Satuan Reskrim Polresta Kediri. Pasalnya, warga Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk itu terbukti melakukan tindak penggelapan dalam pekerjaanya.

Tersangka menggelapkan uang milik perusahaanya sendiri, PT Radana Finance Kota Kediri. Modus operandinya, tersangka melakukan lapping alias menerima uang angsuran dari nasabah, tetapi tidak disetorkan ke perusahaanya.

Penangkapan Lintang bermula dari laporan Radana Finance ke Polresta Kediri. Pihak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan ini melakukan audit keuangan. Hasilnya, ada sebanyak 22 orang debitur yang telah menyetorkan uang angsuran melalui tersangka. Totalnya Rp 76 juta, belum termasuk bunga maupun denda, apabila dikalkulasi mencapai Rp 100 juta.

Kepala Cabang Kediri PT Radana Finance, Cristina Purwati mengatakan, kasus penggelapan uang perusahaan tersebut diketahui, pada Juni 2018 lalu. Pihak perusahaan mengetahui terjadi keterlambatan angsuran sejumlah debitur.

Baca Juga:

    “Karena terjadi keterlambatan angsuran sejumlah debitur, kami langsung menindaklanjuti. Teman-teman dilapangan mengetahui adanya penyalahgunaan jabatan. Dimana, seluruh angsuran itu masuk ke kantor sebagai bukti tanggung jawab debitur. Tetapi disalahgunakan oleh satu pihak, yaitu oknum yang bernama saudara Lintang,” beber Cristina ditemui di kantornya, Jl. Kilisuci No. 81AB Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
    , Kamis (21/3/2019).

    Tersangka diketahui mendatangi rumah calon debitur dan mensurvey mereka yang ingin mengajukan kredit sepeda motor ke Radana Finance. Setelah itu, calon debitur memberikan uang muka atau down payment dan sejumlah angsurat kredit kepada tersangka.

    Mengetahui tindakan tersangka, kata Cristina, pihak perusahaan kemudian memanggilnya. Di dalam pengakuannya, tersangka beralasan apabila uang tersebut (setoran debitur) digunakan untuk dana talangan atau F6ED. Yang mana, uang tersebut katanya untuk menutupi kekurangan angsuran debitur sebelumnya yang mengalami keterlambatan selama enam bulan, yang pada saat proses kredit melaluinya.

    Tetapi alasan tersangka tidak dibenarkan oleh pihak perusahaan. Karena menurut Cristina, tanpa sepengetahuan pihak Radana Finance, namun atas inisiatif tersangka sendiri. Meskipun terbukti melakukan tindakan kriminal, tetapi pihak perusahaan berusaha untuk melakukan langkah mediasi dalam menyelesaian masalah tersebut secara kekeluargaan dengan tersangka.

    Menurut Cristina, PT Radana Finance Kediri memberikan tenggat waktu satu bulan kepada tersangka untuk mengembalikan uang yang sudah digelapkan. Namun, hingga batas waktu yang disepakati, tetapi tidak ada iktikad baik dari tersangka, akhirnya pihak perusahaan memilih menempuh jalur hukum. Mereka melaporkan Lintang ke Polresta Kediri.

    “Satu bulan kita berikan kesempatan untuk penyelesaian secara kekeluargaan ternyata tidak ada kejelasan. Jadi koordinasi dengan manajemen dan tim pusat diminta untuk membuat laporan. Laporan dilakukan di Polresta Kediri,” ungkap Cristina Desy Purwanti.

    Laporan dari PT Radana Finance Kediri kemudian ditindak lanjuti oleh penyidik Satreskrim Polresta Kediri. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dengan didukung bukti-bukti yang cukup, akhirnya status Lintang ditingkatkan dari saksi terlapor menjadi tersangka. Bahkan, Lintang juga telah dijebloskan ke sel tahanan Polresta Kediri.

    “Karena sudah memenuhi unsur pidana dengan modus bersangkutan menerima uang setoran dari para nasbah atau konsumen, namun sebagian tidak disetorkan ke perusahaan. Dari hasil audit pengecekan internal ditemukan selisih sampai nominal puluhan juta, akhirnya kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Andy Purnomo.

    Kini Lintang harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Kediri. Perbuatannya menyalahi pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. Sehingga, tersangka terancam hukuman penjara selama empat tahun. [nng/ted]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar