Hukum & Kriminal

Mengintip Harta Imam Nahrawi Rp 22,6 Miliar

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan suap terkait Penyaluran Pembiayaan dengan Skema Bantuan Pemerintah Melalul Kemenpora pada KONI TA 2018. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diduga menerima aliran dana mencapai Rp 26,5 miliar.

Dalam laman elhkpn.kpk.go.id, jumlah harta pria kelahiran Bangkalan Jawa Timur ini sebesar Rp 22,64 miliar. Sebagian besar, yakni berupa 12 bidang tanah dengan nilai Rp 14 miliar.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Maret 2018, Imam memiliki tanah di Sidoarjo Jawa Timur seluas 74 meter persegi dengan nilai Rp 150 juta, tanah dan bangunan di Sidoarjo seluas 249/300 meter persegi dengan nilai Rp 500 juta, tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 177/140 meter persegi dengan nilai Rp 1,5 miliar, serta tanah dan bangunan di Bangkalan seluas 800/300 meter persegi dengan nilai Rp 300 juta.

Kemudian tanah dan bangunan di Kota Surabaya seluas 275/275 meter persegi dengan nilai Rp 995 juta, tanah di Jakarta Selatan seluas 105 meter persegi dengan nilai Rp 325 juta, tanah di Jakarta Selatan seluas 270 meter persegi dengan nilai Rp 587 juta, tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 2275/300 meter persegi dengan nilai Rp 5,4 miliar, dan tanah dan bangunan di Malang seluas 90/90 meter persegi dengan nilai Rp 274 juta.

Selain itu juga tanah dan bangunan di Malang seluas 90/90 meter persegi dengan nilai Rp 274 juta, tanah di Sidoarjo 38600 meter persegi dengan nilai Rp 2,25 miliar, dan tanah di Sidoarjo 21400 meter persegi dengan nilai Rp 1,5 miliar. Adapun harta berupa kendaraan total senilai Rp 1,7 miliar, harta bergerak lainnya Rp 4,6 miliar, dan kas dan setara kas mencapai Rp 1,7 miliar.

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, dalam rentang 2014 – 2018, Imam selaku Menpora, melalui Miftahul Ulum selaku asisten Pribadi Menpora diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar. Selain, penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Menteri Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

“Sehingga total dugaan penerimaan Rp26,5 miliar. Diduga merupakan commitmentfee atas pengurusan proposal hlbah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan IMR selaku Menpora,” kata Alexander.

Alexander menyebut, proses penyelidikan dilakukan sejak 25 Juni 2019. KPK juga telah memanggil Imam sebanyak 3 kali, namun yang bersangkutan tidak menghadiri permintaan keterangan tersebut, yaitu pada 31 Juli, 2 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019.

“KPK memandang telah memberikan ruang yang cukup bagi IMR (Imam Nahrowi, red) untuk memberikan keterangan dan klariflkasl pada tahap Penyelidikan,” tegas Alexander. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar