Hukum & Kriminal

Mengeluh Sakit Gigi, Izin Berobat Saiful Illah Ditolak Hakim

Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Cokorda Gede Arthana menolak izin berobat yang diajukan Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah. Dia mendadak sakit gigi saat menjalani sidang putusan sela kasus suap di PN Tipikor Surabaya, Senin (15/6/2020).

Pengajuan yang diajukan Abah Ipul, panggilan akrab Saiful, melalui tim penasehat hukumnya belum diterima majelis hakim lantaran harus ada izin tertulis. “Silakan ajukan ke rutan saja, biasanya pengajuan berobat itu tertulis,” kata Ketua Majelis Hakim Cokorda.

Usai persidangan, Joko Cahyono membenarkan telah mengajukan izin berobat. “Kami belum buat surat permohonannya karena sakitnya ini mendadak,” ujarnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Diketahui, dalam putusan sela, majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan tim penasehat hukum terdakwa Saiful Ilah yang sebelumnya menyoal tentang surat dakwaan tidak sah. Melalui putusannya, majelis hakim menyatakan surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa KPK pada Rabu (3/6/2020) telah memenuhi syarat formil dan materil.

Atas penolakan tersebut, persidangan perkara suap ini lanjut ke pembuktian pokok perkara yang akan digelar pekan mendatang. Dalam perkara ini, Saiful Ilah disebut menerima Rp 550 juta, Sunarti menerima Rp 227 juta, Judi Tetra menerima Rp 350 juta, dan Sangadji menerima Rp 330 juta.

Pemberian itu sudah diakui oleh dua kontraktor tersebut. Mereka telah terlebih dulu menjalani sidang. Masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam kasus ini, Saiful Ilah dan ketiga terdakwa lainnya didakwa melanggar Pasal 12 huruf b UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar