Hukum & Kriminal

Mengejutkan, Ini Alasan PNS Banyuwangi Pesan KTP Palsu

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pria berinisial SG warga Banyuwangi menjadi salah satu pelaku dari sindikat pembuatan dokumen kependudukan palsu. Ia ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi saat memesan KTP elektronik palsu kepada temannya.

Usut punya usut ternyata SG adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi di Banyuwangi. Lalu apa tujuan dia membuat KTP palsu tersebut?

Dari hasil pemeriksaan polisi, SG bermaksud ingin mengubah identitasnya agar bisa keluar masuk hotel. Dari hasil pemeriksaan itu pula, kasus ini terungkap karena bermula dari pesanan darinya.

“SG pesan ke MA (Makrus Ali) kemudian menemui Moh. Khosen dari sini kemudian menemui S yang katanya bisa membuat KTP. Setelah adanya pesan Silvi, kemudian menemui Haenul Haki yang memiliki KTP bekas dari instansi di Jember dengan membeli per KTP Rp 10 ribu,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Jumat (6/3/2020).

Setelah mendapat berkas KTP tersebut, kata Arman, Silvi menemui Rike Puspita Herawati untuk mulai membuat dokumen yang diinginkan. Seperangkat komputer, printer dan stempel palsu telah disiapkan untuk membuat KTP palsu itu.

“Jadi berkas KTP elektronik yang didapat itu asli kemudian disobek lapisan plastik bagian identitasnya dan diganti dengan identitas yang diminta. Jadi di komputer sudah disetting diisi sesuai identitas yang diminta tandatangan dan diprinter diberi stempel sesuai wilayah pemohon dimana seolah-olah surat keterangan itu diterbitkan oleh Dispendukcapil setempat. Satu KTP yang sudah jadi dibayar Rp 50 ribu,” ungkapnya.

Tidak hanya bisa merubah identitas KTP palsu, sindikat ini juga mampu membuat dokumen kependudukan palsu lainnya. Seperti Kartu Keluarga, Akte Kelahiran hingga Akte Cerai.

Semua material yang digunakan, KK, KTP, Akta Kelahiran, Akta Cerai tersebut asli tapi palsu alias aspal. Bahannya asli tapi data tersebut tidak ada dalam database resmi,” tandasnya. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar