Hukum & Kriminal

Mendadak Tensi Darah Naik, Mantan Direktur RSUD Kanjuruhan Gagal Ditahan

Malang (beritajatim.com) – Upaya menahan Mantan Direktur RSUD Kanjuruhan, Abdurrahman, oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Senin (9/3/2020) sore ini gagal dilakukan. Hal itu setelah Abdurrahman, mendadak tensi darahnya naik. Dalam pemeriksaan lanjutan kasus dugaan korupsi dana kapatiasi tahun 2015-2017 lalu, kejaksaan sampai harus mendatangkan tim medis.

“Hari ini yang bersangkutan (Abdurrahman-red) berstatus tersangka. Tidak jadi kami tahan karena tadi sempat tensi darahnya naik,” ungkap Kasie Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Mohandas Ulimen, Senin (9/3/2020) sore pada awak media di ruang kerjanya.

Pantauan beritajatim.com sejak pukul 13.00 WIB, kejaksaan sudah memeriksa Abdurrahman. Beberapa jam di ruang pemeriksaan, Abdurrahman bahkan sudah disiapkan mobil khusus milik kejaksaan untuk dilakukan penahanan. Mobil berplat merah sudah berada di pintu utama kantor Kejaksaan di Jalan J.A.Suprapto Nomer 1, Kota Kepanjen.

Namun yang terjadi, tim medis kemudian diminta naik ke lantai dua setelah Abdurrahman mengaku tensi darahnya meninggi. “Hari ini kami juga sudah memberikan pilihan termasuk menyediakan kuasa hukum. Namun pak Abdurrahman juga tidak mau. Beliau mengaku sudah menunjuk kuasa hukum sendiri. Tapi kita tunggu kuasa hukum yang bersangkutan tidak muncul,” beber Mohandas.

Ia melanjutkan, agenda pemeriksaan hari ini adalah lanjutan kasus dugaan korupsi dana kapitasi oleh Abdurrahman. Saat itu, Abdurrahman masih menjabat Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang. “Kerugian negara dalam kasus dana kapitasi ini senilai lebih dari Rp 8 milyar. Agenda pemeriksaan seperti biasa, kita lanjutkan memeriksa, ternyata pak Abdurrahman dalam kondisi sakit,” tegas Mohandas.

Sudah 139 saksi diperiksa dalam kasus ini. Termasuk sejumlah kepala Puskesmas di Kabupaten Malang. Kasus ini juga sudah menyeret Kabag Keuangan Dinkes, Yohan Charles yang sudah dieksekusi Kejaksaan ke LP Lowokwaru.

Sementara itu, keluar dari ruang pemeriksaan Abdurrahman menolak memberikan keterangan pada wartawan. Ia lalu keluar dan memutar jalan untuk menuju mobil pribadinya di area parkir. Ditanya apa langkah hukum yang diambil Abdurrahman dan seperti apa kondisinya saat itu? Abdurrahman yang kini jadi Staf Staf BKP (Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pemkab Malang itu, hanya melambaikan tangan. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar