Hukum & Kriminal

Menantu Kirim Paket ternyata Berisi Narkoba, Mertua Dituntut 20 Tahun Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Kristina menuntut pidana penjara selama 20 tahun pada Niatun. Terdakwa dinilai terbukti melakukan tindak pidana penyalahguna narkoba jenis sabu.

“Menyatakan terdakwa Niatun alias Armuna terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan percobaan atau pemufakatan jahat tindak pidana narkotika,” ujar Jaksa Siska dalam tuntutannya, Rabu (19/2/2020).

Perbuatan Terdakwa terbukti sebagaimana tertuang dalam pasal 114 ayat 2 yakni menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram.

Selain hukuman badan, Terdakwa juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 2,5 miliar dan subsider dua tahun kurungan.

Sebelumnya, dihadapan majelis hakim yang diketuai I Ketur Tirta Terdakwa menyatakan bahwa dalam teleponnya anak dan menantunya yang bekerja sebagai TKI tersebut akan mengirimkan barang peralatan rumah tangga.

“Anak dan menantu saya telepon bahwa akan mengirimkan peralatan rumah tangga dari Malaysia,” ujar Niatun warga Sampang Madura, Rabu (29/1/2020) lalu.

Setelah barang yang disimpan dalam kardus besar tersebut dikirimkan melalui biro jasa pengiriman, Niatun memang mendapat peralatan rumah tangga di dalamnya. Namun dalam tumpukan barang tersebut ada juga bungkusan yang ternyata isinya narkoba.

“Salimun (menantu) telepon saya bahwa barang itu suruh nyimpan, lalu saya simpan di tumpukan jagung,” ujar Niatun.

Menurut Niatun, anak dan menantunya tersebut tidak pernah bilang bahwa barang haram tersebut adalah narkoba. “Kalau saya tau bahwa itu narkoba sejak awal saya tidak mau pak dikirimi,” ujarnya.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana disebutkan terdakwa ditangkap pada 23 Juli 2019 sekitar pukul 15.30 Wib. Dalam penangkapan tersebut, petugas menemukan sebelas poket sabu-sabu di rumah terdakwa dengan berat total 1,8 Kilo Gram.

Atas perbuatannya, Terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar