Hukum & Kriminal

Menangi Gugatan, PTPN XII Pancursari Akan Tertibkan Lahan Sengketa

Dalam gugatan perdata nomor perkara 115/Pdt.G/2018/ PN.Kpj ini, warga Desa Tegalrejo menilai, penerbitan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) Nomor 2 tahun 2015 yang dikeluarkan Badan Pertanahan Kabupaten Malang itu cacat hukum dan diduga adanya upaya pemalsuan.

Malang (beritajatim.com) – Meski sudah melakukan upaya hukum dengan proses persidangan yang cukup panjang, gugatan perdata warga Desa Tegalrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang terhadap PTPN XII Pancursari akhirnya dinyatakan kalah.

Gugatan warga tersebut dianggap kabur atau tidak jelas. Hal itu seperti tertuang dalam putusan sidang gugatan perdata di PN Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa (28/5/2019).

Dalam gugatan perdata nomor perkara 115/Pdt.G/2018/ PN.Kpj ini, warga Desa Tegalrejo menilai, penerbitan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) Nomor 2 tahun 2015 yang dikeluarkan Badan Pertanahan Kabupaten Malang itu cacat hukum dan diduga adanya upaya pemalsuan.

Dengan terbitnya Sertifikat Hak Guna Usaha(SHGU) atas pengelolaan PTPN itu, warga beranggapan, para petani tidak bisa memanen hasil tanaman seluas ratusan hektar sehingga mengalami kerugian milyaran rupiah. Sementara pihak PTPN XII, memastikan apabila lahan yang sudah dikerjakan warga, sesuai sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU). Atas dasar tersebut, pihak warga juga melayangkan gugatan perdata dan ganti Rugi sebesar Rp. 30,170.000.000.000,- (Tiga Puluh Triliun Seratus Tujuh puluh Milyar Rupiah).

Menanggapi putusan pengadilan, Manajer PTPN XII Kebun Pancursari, Kabupaten Malang, Hendro Prasetyo SP menegaskan, setelah ada putusan sidang yang menetapkan bahwa SK HGU PTPN XII Kebun Pancursari sudah dinyatakan sah dan benar, pihaknya segera ambil langkah. Yaitu menertibkan lahan-lahan bersengketa diatas lahan tersebut.

“Kami akan tertibkan lahan yang bersengketa. Kami juga akan bicarakan dengan melibatkan pihak berwajib dan stakholder yang lain. Bagaimana caranya untuk mengambil alih lahan-lahan yang terletak di Desa Tegalrejo itu,” ungkap Hendro Rabu (29/5/2019).

Kata Hendro, di Desa Tegalrejo juga bakal dibangun pabrik karet. Untuk itu, lahan seluas 177 hektar tersebut akan difungsikan untuk lahan tanaman karet. “Dan itu merupakan lapangan pekerjaan bagi warga Desa Tegalrejo sendiri,” bebernya.

Masih dijelaskan Hendro, dari sebagian lahan itu juga akan di terbitkan dalam Kerja Sama Usaha (KSU) dengan warga. Apabila memungkinkan, pihaknya berharap agar KSU nanti berjalan tertib.

“Kami siap kerjasama dengan warga, tetapi harus kooperatif dengan kerjasama yang baik dan benar. Kami juga siap sediakan lapangan pekerjaan untuk kesejahteraan warga, khususnya Desa Tegalrejo,” Hendro mengakhiri. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar