Hukum & Kriminal

Terdakwa Divonis Bebas

Member Meminta Memiles Diaktifkan Kembali

Surabaya (beritajatim.com) – Bebasnya Kamal Tarachand Mirchandani atau biasa disapa Sanjay dari semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur disambut antusias oleh para member. Mereka mengapresiasi putusan majelis hakim yang diketuai Johanis Hehamony tersebut. Member mengklaim bahwa mereka tidak pernah dirugikan dengan adanya bisnis Memiles ini. Merekapun sepakat sangat diuntungkan dengan sistem yang dikelola oleh PT KAM and KAM ini.

Ade, salah satu member Memiles di Magetan mengatakan, sebenarnya investasi melalui aplikasi Memiles sangat membantu mensejahterakan masyarakat. “Harapan kami, saya, dan ribuan member lainnya ingin Memiles ini berjalan lagi. Kemudian melanjutkan program yang telah direncanakan pihak manajemen. Jadi intinya dari semua member, Memiles bisa bangkit kembali,” ujarnya saat menggelar jumpa pers, Rabu (30/9/2020).

Hal senada juga diutarakan oleh Vita Ningrum. Member Memiles dari Surabaya ini berharap agar investasi Memiles bisa berjalan kembali seperti semula. “Harapan dari semua member, aplikasi ini (Memiles) bisa dibuka kembali. Karena saat ini kami merasakan rugi, kita sudah membeli slot iklan untuk menawarkan produk, tapi akhirnya terpendding. Jadi kita rugi,” bebernya.

Perlu diketahui, majelis hakim yang diketuai Johanis Hehamony menyatakan direktur PT Kam and Kam yang akrab disapa Sanjay tersebut tidak terbukti berbuat melawan hukum saat mengoperasikan aplikasi MeMiles. Tiga dakwaan jaksa penuntut umum juga dinyatakan tidak ada yang terbukti.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Kamal Tarachand Mirchandani tidak terbukti bersalah sebagaimana dakwaan kesatu primer, dakwaan kesatu subsider dan dakwaan kedua,” ujar hakim Johanis saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya beberapa waktu lalu.

Aplikasi MeMiles menurut majelis hakim, memperoleh penghasilan dari berjualan jasa periklanan. Bukan dari uang pendaftaran member. “Terdakwa sebagai pelaku usaha mendapatkan penghasilan bukan dari penjualan barang dan jasa dengan skema piramida, melainkan dari penjualan jasa advertising,” katanya.

Dakwaan kesatu subsidair yang menyatakan MeMiles tidak berizin juga dimentahkan majelis hakim. PT Kam and Kam menurutnya sudah mengantongi surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan DKI Jakarta pada Oktober 2015 yang baru berakhir pada Oktober 2020.

“Majelis hakim berpendapat bahwa perizinan usaha perdagangan yang dimiliki PT Kam and Kami dan diterbitkan melalui sistem Online Single Subsmission tidak berlaku surut ketika SIUP kecil sudah diterbitkan,” ujar Johanis.

Terdakwa Sanjay juga dinyatakan tidak terbukti melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan sebagaimana dakwaan kedua jaksa. Menurut majelis hakim, tidak ada yang dirugikan dalam bisnis MeMiles. Member telah mendapatkan slot iklan ketika top-up. “Unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain secara melawan hukum tidak terbukti,” katanya.

Majelis hakim membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan jaksa. Mereka juga meminta jaksa memulihkan harkat dan martabat terdakwa seperti semula sebelum kena kasus. Uang ratusan miliar dan ratusan mobil serta aset lain yang sebelumnya disita untuk dijadikan barang bukti juga diperintahkan kepada PT Kam and Kam serta para pemilik lainnya. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar