Hukum & Kriminal

Melawan saat Ditangkap, Polisi Tembak Otak Pelaku Pembunuhan Janda Lakarsantri

Petugas kepolisian saat menggelar perkara kasus pembunuhan di tahun 2017 silam di ruang mayat RS Soetomo, Surabaya, Jumat (27/12/3029). Pelaku yang menjadi otak pemhunuhan ini ditembak mati petugas karena melawan.

Surabaya (beritajatim.com) – Sempat buron sejak 11 oktober 2017 silam, Riandi Prasojo (36), tersangka pembunuhan korban Suwarti (32), pemilik warung di Lakarsatri, Surabaya, akhirnya tewas ditembak karena melawan petugas ketika hendak ditangkap, Kamis (26/12/2019) kemarin.

“Tersangka terpaksa kami lumpuhkan karena mencoba melawan saat akan ditangkap,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Sandi Nugroho saat gelar perkara di Kamar Jenasah RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jumat (27/12/2019).

Kapolres menambahkan, satu dari dua orang kawanan pelaku pembunuhan, sekaligus otak pelaku ini, ditangkap Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, pelaku sedang dibonceng orang tak dikenal menggunakan sepeda motor. Usai sampai di jalan Raya Kalibokor Surabaya, tersangka dihentikan oleh Tim Resmob. “Pengejaran otak pelaku pembunuhan janda yakni Riandi Prasojo akhirnya selesai,” katanya.

Saat ditangkap, lanjut Kapolrestabes, tersangka sempat melawan dengan mengeluarkan pisau dari balik bajunya untuk menyerang petugas. Tak ayal, melihat hal itu, terpaksa warga Jojoran Gang I tersebut ditembak di bagian dada sehingga tewas di perjalanan saat hendak dibawa ke RS dari lokasi penangkapan.

“Petugas sudah dua kali memberikan tembakan peringatan ke udara agar pelaku menyerahkan diri. Namun, nyali tersangka bukannya ciut justru semakin beringas dan nekat menyerang ke arah petugas sehingga anggota kami terpaksa melumpuhkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut kapolrestabes menjelaskan, dalam penangkapan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebilah pisau dengan sarungnya, sebuah tas hitam dan tiket Surabaya Jakarta yang diduga pelaku berencana ingin kabur lagi usai kembali ke Surabaya. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar