Hukum & Kriminal

Mat Mullah Dibunuh dan Dibuang di Tol Kebomas Lantaran Hamili Istri Pelaku

Gresik (beritjatim.com) – Hubungan asmara menjadi motif pembunuhan terhadap korban Muhammad Mullah atau Mat Mullah (31) yang dibuang di Jalan Tol Kebomas, Gresik.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengungkapkan, motif pembunuhan dalam kasus ini bermula dari korban yang telah menghamili istri seorang TKI berinisial J, warga Sampang. Bahkan, sampai hamil lima bulan. “Dari hasil penyelidikan, istri pelaku yang berinisial J mengaku hamil usai melakukan hubungan asmara,” paparnya, Kamis (9/1/2020).

Mengetahui istrinya hamil hasil hubungan gelap, J pulang dari luar negeri, tempatnya bekerja, langsung menemui istrinya. Mengetahui istrinya hamil, J mengumpulkan pelaku lainnya yang merupakan saudaranya sendiri untuk mencari keberadaan korban bernama Mat Mulla untuk dibunuh pada bulan November 2019.

Selanjutnya, J mengajak Sugiyanto yang berperan untuk membujuk korban. Diketahui, korban sedang bersembunyi di Gresik usai mengetahui J pulang dari luar negeri.

Kemudian, Sugiyanto menjemput korban di Gresik bersama Mad Ribut yang saat ini masih DPO menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna abu-abu.

Di dalam mobil tersebut, Sugiyanto mengajak korban untuk menyelesaikan permasalahan usai menghamili istri saudaranya itu secara baik-baik. Ajakan itu, diiyakan oleh korban.

Kemudian, korban diajak menuju Tol Manyar yang ternyata sudah menunggu lima pelaku lainnya di dalam mobil toyota Avanza hitam. Selanjutnya, korban langsung dibawa masuk ke dalam mobil Avanza hitam.

Rohman bertugas sebagai pengemudi. Kemudian, satu pelaku duduk di depan dan dua lainnya di tengah. J, suami dari S, kekasih gelap korban, duduk di sebelah kanan. Kemudian, pelaku lainnya duduk di sebelah kiri dan satu orang duduk di belakang. “Tidak lama, korban langsung dijerat menggunakan tali tampar warna biru, kemudian dicekik hingga meninggal dunia lalu dibuang di exit tol Kebomas KM 16,” tutur Kusworo.

Saat ini, dua pelaku telah diamankan yakni Sugiyanto yang diamankan di rumahnya di Dusun Kembang Timur, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang serta Abdur Rohman yang ditangkap di Jalan Kedondong 2 Desa Waturejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan lima pelaku lainnya, berstatus DPO. Termasuk J, suami sah dari S yang dihamili korban hingga lima bulan.

Atas perbuatannya itu, dua tersangka yang tertangkap dijerat dengan Pasal 340 Subsider 338 dengan ancaman minimal 15 tahun penjara. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar