Hukum & Kriminal

Masyarakat Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Pamekasan (beritajatim.com) – Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto mengajak masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor, agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan.

Hal tersebut disampaikan dalam pasca giat Operasi Zebra Semeru 2020, yang digelar selama 14 hari terakhir. Terhitung sejak Senin (26/10/2020 hingga Minggu (8/11/2020) kemarin. Di mana dalam giat tersebut, terdata sebanyak 310 orang dinyatakan melanggar tata tertib lalu lintas.

“Selama 14 har pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2020 sejak pekan terakhir Oktober, kami melaksanakan giat penegakan hukum sebanyak 310 tilang dan enam teguran,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Deddy Eka Aprianto, Rabu (11/11/2020).

Dengan kondisi tersebut pihaknya mengajak seluruh masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor agar bersama-sama menjadi pelopor lalu lintas. “Mari utamakan keselamatan berlalu lintas, baik demi keselamatan pribadi maupun orang lain,” ajaknya.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, stop pelanggaran dan stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan,” sambung pimpinan yang akrab disapa Pak Deddy.

Tidak hanya itu, pihaknya menyampaikan menjadi pelopor tertib lalin bisa dimulai dengan kebutuhan mendasar dalam aspek tertib lalin, baik untuk kendaraan roda dua (motor) maupun roda empat (mobil). “Pakailah selalu helm SNI dan berboncengan lebih dari satu orang untuk pengendara motor,” imbau Deddy.

“Perhatikan batas kecepatan, dilarang melawan arus lalin, tidak berkendara dalam keadaan mabuk, anak di bawah umur dilarang mengemudi, dilarang menggunakan Hp (Handphone) saat berkendara, serta selalu gunakan sabuk keselamatan,” tegasnya.

Hanya saja dalam giat operasi tahunan yang digelar menjelang akhir tahun, Satlantas Polres Pamekasan lebih memprioritaskan pada aspek edukasi dan sosialisasi penerapan protokol Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19. Termasuk kegiatan preemtif maupun preventif.

Bahkan dalam giat operasi saat ini, edukasi da. sosialisasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 jauh lebih dominan dibandingkan giat tilang. Bahkan angka tilang justru jauh lebih kecil dibandingkan giat edukasi dan sosialisasi yang mencapai angka ribuan. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar