Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Masuk Sekolah, Permintaan Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Ponorogo Alami Penurunan

Pelayanan di Pengadilan Agama Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Permintaan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo tahun 2022 ini menurun. Penurunan angka dispensasi nikah itu, jika dibandingkan dengan pengajuan dispensasi nikah pada tahun 2021 lalu.

Data Pengadilan Agama Ponorogo mencatat, jumlah permintaan dispensasi nikah pada periode Januari – Agustus 2022 sebanyak 135 perkara. Sementara pada periode yang sama, di tahun 2021 lalu, jumlahnya sebanyak 193 perkara.

“Alhamdulillah, ada penurunan perkara yang masuk di Pengadilan Agama Ponorogo. Perkara yang mengalami penurunan adalah permintaan dispensasi kawin. Jika tahun lalu sampai bulan Agustus ada 193 perkara. Tahun ini di periode yang sama diangka 135 perkara,” kata Wakil Ketua Pengadilan Agama Ponorogo, Ali Hamdi, Rabu (28/9/2022).


Meski diakui oleh Ali Hamdi, angka 135 perkara permintaan dispensasi nikah itu juga masih tergolong cukup tinggi. Namun, setidaknya angkanya menurun jika dibandingkan tahun lalu yang kasus pendemi Covid-19 cukup tinggi. “Walaupun angkanya masih tinggi, tetap diacungi jempol bahwa ada penurunan angkanya,” katanya.

Dia menganalisis, penurunan angka dispensasi nikah di Ponorogo ini karena adanya kesadaran masyarakat. Selain itu, karena anak-anak remaja tahun 2022 ini sudah mulai masuk sekolah. Dengan pembelajaran tatap muka ini, kedisiplinan dalam belajar mulai terjaga. Sehingga anak remaja juga tidak keluyuran malam atau kemana gitu.

“Kalau dulu saat pandemi, tidak ada kegiatan di sekolah. Anak-anak difasilitasi dengan gadget dan alat komunikasi itu dibawa kemana-mana. Kemungkinan pengawasannya menjadi lengah,” katanya.

Dispensasi nikah diberikan oleh Pengadilan Agama Ponorogo hanya dapat diberikan ketika keadaan sangat mendesak. Ali Hamdi mengibaratkan bahwa pintu darurat yang dibuka tentu terjadi kedaruratan. Kedaruratan yang dimaksud, Ali Hamdi mencontohkan saat anak yang dibawah umur sudah hamil duluan. Bahkan anaknya malah sudah lahir. Kalau keadaan seperti itu, Pengadilan Agama harus hadir di tengah-tengah masyarakat. “Solusi masalahnya bahwa janin atau anak yang lahir belum tercover pernikahan yang sah itu, bisa terpenuhi hak-haknya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembuatan dispensasi nikah diberikan kepada muda-mudi yang belum genap berusia 19 tahun. Sebab, penerapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Dimana dalam salah satu pasalnya, yakni pada Pasal 7 ayat (1) menyatakan bahwa perkawinan hanya dapat diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. “Yang meminta dispensasi kawin itu berumur dibawah 19 tahun,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar