Hukum & Kriminal

Massa PCS Cegat Gubernur Saat di Kejati Jatim, Ini Permintaannya

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk berkoordinasi terkait kondusifitas di Jawa Timur jelang pemilihan legislatif dan Pemilihan Presiden pada 17 April 2019.

Momen tersebut digunakan oleh massa yang tergabung dalam Paguyupan Customer Sipoa (PCS) yang sejak pagi memang mendatangi Kejati Jatim untuk meminta agar Jaksa tidak banding atas putusan enam bulan yang dijatuhkan hakim PN Surabaya terhadap tiga terdakwa yakni Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso, dan Aris Bhirawa.

Massa yang melihat kedatangan Khofifah langsung memanggil orang nomer satu di Jawa Timur tersebut. Mereka meminta diberi waktu agar dilakukan audensi. Massa yang semakin banyak berdatangan ke Kejati jatim ini sempat menghalangi saat mobil Khofifah hendak meninggalkan gedung Kejati Jatim.

“Kami meminta jadwal audensi dengan Jatim 1 dalam agenda meminta bantuan Bu Khofifah agar bisa menjembatani pertemuan antara Jaksa dan korban Sipoa. Yakni meminta Jaksa segera mencabut upaya hukum banding di Pengadilan Negeri Surabaya karena kami para korban dan terdakwa sudah menerima amar putusan hakim yang dibacakan pada 15 Februari 2019 demi keadilan sosial,” ujar koordinator PCS Pieter Yuwono, Senin (18/2/2019).

Pieter menambahkan, pihaknya ingin mencari keadilan sosial bukan keadilan prosedural seperti yang ditempuh oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, apabila ngotot ingin banding. Selain itu lanjut Pieter, pihaknya yang berjumlah 1000 orang besok pukul 06.00 WIB juga akan melakukan aksi menduduki Kejati Jatim untuk meminta Jaksa membatalkan upaya hukum banding tersebut. [uci/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar