Hukum & Kriminal

Masih Didominasi Perkara Narkoba, Kejari Kota Mojokerto Musnahkan Barang Bukti

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Johan Iswayudi bersama Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi saat pemusnahan barang bukti di halaman Kejari Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto memusnahkan barang bukti yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Dari 101 perkara selama bulan April 2020, kasus narkoba masih mendominasi di Kota Mojokerto yakni sebanyak 75 kasus.

Bersama Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi, Kepala Kejari Kota Mojokerto, Johan Iswayudi dan jajaran melakukan pemusnahan barang bukti di halaman Kejari Kota Mojokerto. Barang bukti narkoba berupa sabu, pil double L dan ganja dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke dalam ember berisi air.

Yakni sabu dari 64 kasus dengan total barang bukti seberat 130,796 gram, pil double L sebanyak sembilan perkara dengan barang bukti sebanyak 32.231 butir, ganja seberat 30,665 dari 2 dua perkara. Sementara barang bukti dari sejumlah kasus seperti, penipuan, judi, penganiayaan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kepala Kejari Kota Mojokerto, Johan Iswayudi mengatakan, ada barang bukti dari 101 perkara yang dimusnahkan. “Barang bukti tersebut dari perkara mulai bulan April hingga November 2020 yang telah diputus dan memperoleh kekuatan hukum tetap,” ungkapnya, Rabu (2/12/2020).

Masih kata Johan, dari sejumlah perkara tersebut didominasi perkara narkoba. Selain narkoba, juga ada penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota Polri dengan barang bukti berupa korek api berbentuk pistol lengkap dengan rompi anti peluru.

“Itu kasus penipuan ngaku-ngaku anggota polisi, itu lengkap. Ada pakai rompi anti peluru mirip sekali sama polisi, pistol itu korek api. Narkoba masih mendominasi, butuh perhatian kita semua karena ternyata radah susah juga memberantas narkotika,” katanya.

Harapannya, tegas Johan, tidak hanya dalam penindakan tapi Kejari Kota Mojokerto juga melakukan edukasi ke sekolah di Kota Mojokerto untuk menjauhi narkoba. Johan menegaskan, karena dalam kasus narkoba, sekali sudah mencicipi maka susah sekali untuk melepaskan. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar