Hukum & Kriminal

Masalah Ekonomi, Pasutri Nekat Bobol Warung di Sarangan

Tersangka pasutri spesialis pembobol warung saat di gelandang di Polsek Plaosan, Sabtu (8/5/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Magetan (beritajatim.com) – Jajaran Reksrim Polsek Plaosan menangkap Joko Rianto (41) dan istrinya Wiwid Haria (24) warga Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Magetan. Kedua tersangka merupakan pasutri spesialis pembobol warung di Jalan Tembus Sarangan.

Kejadian berawal pada Jumat (7/5/2021) dini hari, istri pemilik warung terbangun karena ada suara motor yang berhenti di depan warungnya. Karena curiga, dia membangunkan suaminya untuk mengecek hal tersebut.

“Korban melihat ada dua orang masuk ke warung, dan mengambil dua buah kotak amal,” kata Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir saat konfirmasi di Mapolsek Plaosan, Sabtu (8/5/2021).

Saat pelaku laki-laki merusak gembok pintu langsung dipergoki pemilik warung. Korban sempat ditodong dengan alat perusak gembok dan korban memukul pelaku, lalu pelaku pasutri ini kabur ke arah barat. “Korban melapor ke kami, dan pelaku berhasil kita amankan pagi tadi,” kata Kapolsek Plaosan.

Hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku sudah membobol lebih dari 10 warung. Rata-rata warung yang berada di sekitar jalan tembus Sarangan. Pelaku menggasak apa saja yang berada di warung. Mulai rokok, kopi, tabung gas bahkan galon air. “Pasutri ini mengaku terbelit permasalahan ekonomi dan terbelit hutang yang cukup banyak. Akhirnya, nekat melakukan pencurian ini,” paparnya.

Atas perbuatannya mereka akan diganjar dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Bila terbukti bersalah mereka terancam hukuman penjara paling lama lima tahun.(asg/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar