Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Maraknya Petasan Karena Mudahnya Beli Bahan di Toko Online

Kapolres dan jajarannya memperlihatkan bubuk petasan dan bahan-bahan untuk membuatnya. (Foto/Dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Maraknya petasan pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran ini, dimungkinkan karena keberadaan bahan-bahannya yang dijual bebas di pasaran.

AM, pemuda berumur 16 tahun yang tertangkap tangan membawa bubuk petasan sebanyak tiga kilogram, mengaku mendapatkan bahan-bahan untuk membuat petasan itu dari online shop. “Beli bahannya di online shop. Pelaku AM membeli tiga jenis bahan itu dari akun online shop yang berbeda-beda, tidak satu akun yang sama,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Jumat (8/4/2022).

Dari pengakuan AM, untuk membuat bubuk petasan atau mercon itu, sedikitnya memerlukan tiga bahan. Yakni bubuk belerang, bubuk aluminium, dan bubuk potasium. Nah, untuk bubuk potasium ini, didapat dari pupuk tanaman, yaitu boster kelengkeng. “Semua bahan itu bisa didapatkan mudah di toko online,” ungkap Kapolres.

Selain mengamankan barang bukti berupa bubuk petasan siap jual sebanyak tiga kilogram, polisi juga mengamankan dua kilogram bubuk belerang, 90 dan 30 gram bubuk aluminium dan satu buah plastik bekas potasium atau booster kelengkeng.

“Selain bubuk petasan siap jual, petugas juga berhasil mengamankan bahan-bahan untuk membuat petasan. Seperti bubuk belerang, bubuk aluminium dan potasium atau booster kelengkeng,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Ponorogo kembali melakukan penangkapan pelaku penjual petasan atau mercon. Pelaku yang ditangkap ini berinisial AM. Pelaku ini masih berumur 16 tahun, yang berdomisili di Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. AM ditangkap saat akan menjual bubuk petasan di area hutan jalan raya Sampung-Magetan, masuk Desa Sampung Lor Kecamatan Sampung Ponorogo.

“Dapat informasi dari warga, bahwa di wilayah hukum kami akan ada transaksi jual beli bubuk petasan. Langsung ditindaklanjuti, hingga akhir mengamankan pemuda berinisial AM,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo. Pelaku AM ini berhasil diamankan petugas, sebelum melakukan transaksi. Dari tangan pelaku, disita barang bukti serbuk petasan dengan berat tiga kilogram dan satu bandel sumbu petasan. Selain itu turut dijadikan barang bukti lagi handphone dan resi pengiriman serbuk petasan.

“Jadi selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti yakni tiga kilogram serbuk petasan dan satu bandel sumbu petasan,” katanya.

Pelaku AM sudah bertransaksi jual beli serbuk petasan sudah tiga kali. Awalnya Ia mengirimkan ke Boyolali dan Brebes Jawa Tengah. Pengiriman ke dua tempat itu dengan jasa pengantaran. Kemudian yang ketiga rencana di Ponorogo. Namun naas, belum sampai bertransaksi, AM sudah dulu diamankan oleh petugas. “Di bulan Ramadan ini, kami tidak akan mentolerir pembuatan balon udara dan petasan. Polsek-polsek di wilayah Ponorogo rutin akan melakukan patroli,” katanya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar