Hukum & Kriminal

Mantan Takmir Masjid Dilaporkan Jual Tanah Wakaf, Laku Rp 1 Miliar

Malang (beritajatim.com) – Sebidang tanah wakaf yang diperuntukkan bagi Masjid Sunan Kalijaga di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diduga dijual sepihak oleh mantan takmir sekaligus mantan Sekretaris Desa atau Sekdes Pakisjajar, M Achwan AR.

Tanah wakaf dengan seluas 4.620 meter persegi itu menurut informasi warga setempat, sudah dijual seharga Rp 1 miliar kepada PT Satria Graha Abdibuana, salah satu pengembang properti asal Surabaya.

Para pengurus dan ahli waris tanah wakaf mendatangi Polres Malang untuk melaporkan perbuatan Achwan.

“Kita ambil langkah hukum sementara ini pidana. Hari ini kita melapor. Kami hadirkan para ahli waris. Ini kan ada dua kemungkinan, yang jelas itu penggelepan. Karena waktu itu Achwan ini selain sebagai takmir, juga menjabat Sekdes, patut diduga ada penyalahgunaan jabatan. Bisa juga pemalsuan,” ungkap Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama atau LPBHNU Kabupaten Malang, Abdusy Syakur SH MH, Senin (4/5/2020).

Sementara itu, dijelaskan Humas Takmir Masjid Sunan Kalijaga Pakisjajar, Sandik, bahwa tanah yang diwakafkan itu milik almarhum H Asnawi atau biasa dipanggil Satawi. Pada tahun 1992, Satawi ingin mewakafkan tanah itu dan meminta bantuan Achwan selaku Sekdes untuk membuatkan surat keterangan.

Pada Agustus 1992, surat tersebut terbit dan tanah itu telah resmi berstatus wakaf. “Tahun 1992 itu kan almarhum H Satawi berniat sama adik-adiknya ingin mewakafkan itu. Kemudian dibuatkan surat keterangan wakaf, yang membuat Achwan, yang waktu itu menjabat Sekretaris Desa. Satu bulan setelah diberi surat wakaf itu ternyata letter C-nya diubah atas nama pribadi,” ujar Sandik.

Pengurus masjid dan ahli waris sendiri baru mengetahui jika tanah itu sudah dijual oleh Achwan pada Oktober tahun 2019 lalu. Ketika diklarifikasi oleh pengurus masjid, Achwan tidak mengelak bahwa dirinya sudah menjual tanah wakaf tersebut.

“Awal masalahnya tahun 2018. Di situ memang area kuning, bisa dibuat perumahan. Akhirnya tim dari pengembang menemui Lurah untuk pembebasan lahan itu, dengan berbagai pertimbangan, karena tanah wakaf itu gak main-main. Pak Achwan juga ngakui sudah menjual itu, katanya Rp 1 miliar,” ucapnya.

Achwan sendiri sempat menawarkan tukar guling tanah tersebut, namun pengurus dan ahli waris menolak.

“Dia sempat menawarkan untuk tukar guling, dengan berbagai pertimbangan, takmir menolak. Luasan tanahnya juga beda, yang dia tawarkan sekitar 3.000 meter persegi,” pungkasnya. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar