Hukum & Kriminal

Mantan Plt BPPKAD Gresik Mukhtar Divonis 4 Tahun Penjara

Gresik (beritajatim.com) – Mantan Plt Badan Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, M.Mukhtar dijatuhi vonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sidang Tipikor dipimpin Ketua Majis Hakim Dede Suryaman, dan hakim anggota I Lufsiana, serta hakim anggota II Emma Elyani. Saat hakim menjatuhkan vonis, terdakwa M.Mukhtar lebih banyak menundukkan kepala. Namun, sesekali terdakwa melirik pada hakim.

Dalam putusannya itu, hakim menilai perbuatan terdakwa tergolong perbuatan berlanjut. Pasalnya, sebelum terdakwa menjabat Plt di BPKAD Gresik, sudah pernah melakukan pemotongan.

“Pemotongan dana insentif pada bawahannya itu aebelumnya sudah dilakukan oleh mantan Kepala BPPKAD Yetty pada tahun 2014. Pada saat yang sama sewaktu Andhy menjabat kepala badan, hal itu juga dilakukan pada tahun 2018,” ucap Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman, Kamis (12/09/2019).

Masih menurut Dede, terdakwa melakukan dengan cara meminta, menerima, memberi, memotong dan memiliki. Sehingga, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur pasal 12 huruf f, juncto Pasal 18 ayat (1), huruf b, Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menghukum terdakwa selama 4 tahun penjara. Selain dihukum badan, terdakwa juga diminta harus membayar denda Rp 200 juta. Namun, bila tak sanggup membayar, diganti hukuman selama 2 bulan,” imbuh Dede.

Dede juga menambahkan, tidak hanya itu, terdakwa juga dihukum tambahan berupa uang pengganti membayar kerugian negera Rp 2,1 Miliar. Jika tidak sanggup membayar, maka diganti hukuman 6 bulan penjara.

Saat ketua majelis hakim menyatakan, menjatuhkan hukuman 4 tahun. Istri dan anak terdakwa langsung menangis. Sontak mendapat pelukan dari keluarganya untuk menenangkannya. Bahkan, pengacara terdakwa usai sidang menyatakan pikir-pikir. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar