Hukum & Kriminal

Mantan Pekerja Honorer di Kejari Pontianak Tipu Orang Hingga Rp 600 Juta

Pelaku HS saat menjalani gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/3/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Enam tahun Abdussamat, pecatan pekerja honorer Kejaksaan Negeri Pontianak, menutupi kebusukannya dari istri. Bahkan istri pelaku tidak tahu jika suaminya bukanlah jaksa Pengadilan Nergeri. Sampai akhirnya aksi tipu-tipu pelaku terbongkar karena tertangkap Kejaksaan Negeri Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

Usai diamankan dan diperiksa oleh petugas Kejaksaan, AS alias Abdussamat akhirnya diserahkan ke Polrestabes Surabaya. Pelaku terduga penipuan ini pun diperiksa kembali oleh petugas kepolisian untuk melengkapi berkas perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan. Tercatat ada dua orang pelapor yang mengaku rugi total sekitar Rp 600 juta lebih.

Menurut penjelasan pelaku, dirinya pada tahun 2015 datang Ke Surabaya bersama istri dan anak. Selanjutnya saat di Surabaya, tersangka menggunakan atribut pakaian Dinas Resmi Kejaksaan dan mengaku Pegawai Kejaksaan Negeri dan Tinggi Surabaya. Ia menawarkan kepada para korban, yakni bisa memasukkan menjadi CPNS di Kemetrian Hukum dan HAM dan Pegawai Kejaksaan.

“Awalnya kenal dari warkop. Saya pake jaket tutupi seragam (Kejaksaan.red). Ya saya rayu biar bisa percaya kalau saya jaksa,”Jelas pelaku saat gelar perkara bersama jurnalis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/3/2021).

Bukan gratis atau tak bersyarat namun para korban harus menyerahkan sejumlah uang. Para korban tertarik dan kemudian para menyerahkan sejumlah uang Rp 325 Juta dan sejumlah uang Rp 300. Setelah menyerahkan uang dengan cara transfer ke rekekning tersangka, korban tidak diterima sebagai CPNS atau tidak lolos.

Para korban kemudian beberapa kali meminta tersangka agar uang yang sudah diterima saat itu dikembalikan. Namun tersangka selalu menjanjikan dan tidak pernah terealisasi. Bahkan tersangka menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

“Dapat transfer uang, saya pakai buat bayar hotel, sewa mobil dan kegiatan lain,” lanjutnya.

Tersangka menerangkan bahwa uang yang sudah diterima dari korban digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara menginap di hotel bersama keluarga, sewa mobil, dan lain-lain.

Sebelum penyidik melakukan penangkapan terhadap tersangka, penyidik berkoordinasi dengan Instansi Kejaksaan Negeri Surabaya. Kemudian tersangka ditangkap pada hari Selasa tanggal 02 Maret 2021 Jam 19.00 wib di salah satu Hotel di Surabaya Pada saat tersangka menginap di hotel tersebut.

“Pelaku ini sempat pindah hotel karena hotel pertama tak dibayar selama sebulan lebih. Kemudian pihak hotel melaporkan kejadian ini ke Kejaksaan dan Polrestabes Surabaya,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan akan dijerat dengan pasal 378 dan 372 penipuan. Petugas mengambil dua pasal ini karena pelaku menipu mengaku sebagai Jaksa dan menggelapkan uang R 600 juta milik korban. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar