Hukum & Kriminal

Mantan Kepala Dispenduk Jember Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Kapolres AKBP Kusworo Wibowo bersama Abdul Kadar dan Sri Wahyuniati

Jember (beritajatim.com) – Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati dituntut menjalani hukuman 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan oleh jaksa. Dia dianggap bersalah melanggar pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Selain Wahyuniati, terdakwa lainnya yang bertindak sebagai makelar pengurusan dokumen administrasi kependudukan, Abdul Kadar, juga dituntut 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Dia dianggap melanggar dakwaan alternatif kedua, yakni Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Kadar dianggap bersalah karena memberi uang kepada Wahyuniati, terkait pungutan liar pengurusan dokumen administrasi kependudukan. Sementara Wahyuniati dianggap bersalah oleh jaksa karena menerima uang tersebut. “Jumat (24/5/2019) besok ini sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan pleidoi terdakwa,” kata Muhammad Nuril, pengacara Abdul Kadar, Rabu (22/5/2019).

Jaksa menilai Wahyuniati menerima uang dari Kadar beberapa kali, yang jika diakumulasi mencapai kurang lebih Rp 106 juta. Terakhir sebesar Rp 10 juta yang kemudian terkena operasi tangkap tangan (OTT) aparat Kepolisian Resor Jember. Uang itu diberikan ke Wahyuniati untuk memuluskan Kadar mengurus dan mencetak dokumen adminduk.

Nuril lantas menjelaskan hal-ihwal kasus tersebut. “Dalam fakta persidangan terungkap, bahwa percepatan adminduk adalah program Bupati Faida. Dalam rangka pencapaian target percepatan, ada semacam petunjuk untuk melibatkan relawan. Relawan ini membantu masyarakat, dan sifatnya gratis,” katanya.

Namun dalam rangka program percepatan ini, Wahyuniati meminjam uang dari beberapa orang karena tidak ada alokasi anggaran. Salah satunya dari Kadar. “Pemberian Pak Kadar kepada Yuni dalam rangka pinjaman saja. Tidak dalam rangka pemberian gratifikasi. Ini untuk memenuhi sosialisasi percepatan program adminduk,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar