Hukum & Kriminal

Korupsi DPMLUEP

Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Bojonegoro Diantar Keluarga Jalani Hukuman di Lapas

foto: ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Terpidana kasus korupsi Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPMLUEP) Andreas Wahyono (59) diantar keluarganya untuk menjalani hukuman sesuai putusan kasasi.

Terpidana diantar keluarganya langsung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro, sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (16/5/2019).

Kedatangan terpidana Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan itu setelah jaksa eksekutor melayangkan surat panggilan yang ketiga. Pemanggilan pertama seharusnya terpidana hadir tanggal 2 Mei lalu, kemudian dilanjutkan pemanggilan kedua tanggal 9 Mei, namun terpidana masih mangkir. Pemanggilan ketiga hari ini 16 Mei, terpidana datang langsung ke Lapas Bojonegoro dengan diantar keluarganya

“Tidak masalah, jaksa eksekutor akhirnya menyiapkan berkas eksekusi untuk dibawa ke Lapas. Memenuhi permintaan terpidana yang meminta bertemu di Lapas,” ujar Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Achmad Fauzan.

Sekadar diketahui, putusan kasasi kasus korupsi yang dilakukan pada 2007 lalu itu diterima oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro 23 April 2019. Dalam amar putusan tersebut, Hakim Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon, Jaksa Penuntut Umum, Kejari Bojonegoro.

Hakim MA juga membatalkan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur, serta mengubah putusan Pengadilan Tipikor Surabaya. Sesuai amar putusan, terdakwa warga Perumda Bojonegoro divonis korupsi secara bersama-sama dengan hukuman pidana penjara 4 tahun dan pidana denda Rp200 juta subsider 6 bulan.

Menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp16.250.000. Dikurangkan selama terdakwa ditahan. Amar putusan itu dibacakan oleh Hakim ketua, Syamsul Rakan Chaniago.

Kasus korupsi DPM LUEP ini terjadi sejak 2007, menggunakan dana APBN dengan total sebesar Rp 4 miliar. Dana tersebut diberikan kepada sejumlah pengusaha pertanian di Bojonegoro, namun tanpa melalui verifikasi. Dana bergulir DPM LUEP itu akhirnya macet di tengah jalan. Dana yang tidak kembali mencapai Rp1,1 miliar. [lus]

Apa Reaksi Anda?

Komentar