Hukum & Kriminal

Mantan Kadisperta Kabupaten Mojokerto Diperiksa sebagai Tersangka

Tersangka mantan Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemeriksaan mantan Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Mojokerto, Suliestyawati merupakan pemeriksaan pertama pasca ditetapkan tersangka. Di pemeriksaan pertama sebagai tersangka, belum ada penahanan terhadap mantan Plt Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Ini pemeriksaan yang pertama, beliau diperiksa sebagai tersangka. Pemeriksaan masih belum selesai, masih progress. Pertanyaannya seputar tentang kewenangan-kewenangan beliau selaku Kadis. Kalau penahanan, saat ini tim penyidik masih melakukan telaah dan tentunya tim penyidik berhati-hati dan memperhatikan juga hak-hak dari tersangka,” ungkap Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto, Nugroho Wisnu, Kamis (28/11/2019).

Masih kata Kasi Intel, sehingga untuk saat ini belum dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. Menurutnya, masih ada kemungkinan pemeriksaan berikutnya dilakukan tim penyidik Kejari Kabupaten Mojokerto untuk melengkapi keterangan-keterangan yang diperlukan tim penyidik.

“Tentunya akan dipanggil lagi. Kasus korupsinya itu pada tahun 2016, tersangka selaku kadis merangkap sebagai PA dan PPK itu mengadakan pekerjaan proyek sumur dangkal di beberapa titik. Kemudian ada beberapa perbuatan melawan hukum, disitu disinyalir under speed, juga ada mark up. Kerugian, masih sekitar asumsi Rp500 juta. Pastinya nanti tentunya ada auditor,” katanya.

Kasi Intel memastikan, ada tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016 tersebut. Namun tim penyidik masih melakukan telaah terkait modus yang digunakan tersangka dalam dugaan korupsi tersebut.

“Pastinya ada (tersangka lain), cuma sampai saat masih dilakukan telaah dari tim penyidik. Ada beberapa, mungkin (kontraktor),” pungkasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar