Hukum & Kriminal

Mantan Kadisperindag Jember Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Jember (beritajatim.com) – Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember, Anas Ma’ruf, dituntut menjalani hukuman empat tahun enam bulan penjara oleh jaksa, dalam persidangan perkara Pasar Manggisan, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/8/2020) malam.

Anas juga dituntut membayar denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara. “Tak ada uang pengembalian, karena dalam fakta di persidangan, Pak Anas tidak menerima sepeser pun uang aliran dana dari proyek pasar secara keseluruhan,” kata Muhammad Nuril, pengacara Anas, Rabu (5/8/2020) pagi.

Namun, lanjut Nuril, kliennya dianggap memperkaya orang lain karena kelebihan membayar, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar. “Menurut saya, Pak Anas tidak melakukan kelebihan pembayaran, karena pembayaran proyek Manggisan itu didasarkan pada perhitungan konsultan perencana yang kemudian diketahui tim teknis, dalam hal ini PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan),” katanya.

Anas seharusnya baru dianggap melakukan kelebihan pembayaran, jika membayar melebihi perhitungan PPTK dan konsultan. “Penunjukan CV sebagai konsultan itu juga bukan wilayah Pak Anas, tapi wilayah pejabat pengadaan. Pak Anas selaku pengguna anggaran melakukan verifikasi data. Begitu ada data yang diajukan dan ada perhitungan yang ditandatangani konsultan perencana dan terkonfirmasi PPTK ya dibayar. Justru Pak Anas salah ketika tidak dibayar,” kata Nuril.

“Jadi anggapan jaksa soal kelebihan membayar bukan kesalahan Pak Anas, tapi kesalahan konsultan perencana atau konsultan pengawas yang salah menghitung. Tapi kemudian yang mempertanggungjawabkan kesalahan itu Pak Anas menurut versi jaksa,” kata Nuril.

Anas Ma’ruf

Dua pekan lagi, sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan pleidoi. Tuntutan untuk Anas dalam kasur Pasar Manggisan ini paling ringan dibandingkan tiga terdakwa lain. Edhi Sandhi, pelaksana proyek, dituntut hukuman penjara 7,5 tahun dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,181 Miliar, subsidair 1,5 tahun kurungan.

Sugeng Irawan Widodo, konsultan perencana, dituntut hukuman 7,5 tahun penjara dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 90.238.257 secara tanggung renteng dengan anak buahnya, Muhammad Fariz Nurhidayat. Fariz sendiri dituntut hukuman 7,5 tahun penjara. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar