Hukum & Kriminal

Diperiksa Penyidik

Mantan Kadis Pendidikan Sampang Keluar Tahanan

:Jupri Riyadi Mantan Kadis Pendidikan Sampang (dok)

Sampang (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, kembali memeriksa mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat M. Jupri Riyadi dalam kasus penarikan fee proyek pembangunan SDN Banyuanyar 2, Senin (7/10/2019). Pemeriksaan dilakukan di kantor Kejaksaan setempat.

Tentu saja, Jupri haru keluar dari tahanan guna pemeriksaan tersebut.  Ada 22 pertanyaan yang ditujukan kepada Jupri terkait kasus itu. Selama diperiksa, Jupri didampingi lima orang yang ditunjuk sebagai kuasa hukum. Usai diperiksa Jupri dikembalikan ke Rutan kelas IIB Sampang.

“Yang bersangkutan (Jupri Riyadi. Red) diperiksa sebagai saksi dalam kasus penarikan fee proyek pembangunan di SDN Banyuanyar 2,” terang Kasi Pidsus Kejari Sampang, Edi Sutomo.

Menurut dia, hingga saat ini sudah ada tiga tersangka yang ditahan. Yakni, Akh Rojiun, Mohammad Edi Wahyudi dan Edi Purnawan. Edi menyampaikan bahwa penarikan fee proyek program DAK 2018 di Disdik Sampang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Pihaknya akan terus mengembangkan pengungkapan kasus tersebut. Pemeriksaan saksi juga dilakukan terhadap semua kepala SD yang menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018.

Ditanya apakah akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Edi mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan. “Ada satu berkas perkara yang masih dilengkapi. Kami tegaskan dalam kasus ini status Jupri Riyadi masih sebagai saksi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, disisi lain Jupri Riyadi adalah tersangka kasus ambruknya RKB di SMP Negeri 2 Ketapang. Jupri beberapa waktu lalu ditahan atas kasus tersebut dan ditambah dengan kasus fee proyek. Tetapi, sampai detik ini Jupri sebatas sebagai saksi. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar