Hukum & Kriminal

Mantan Gubernur Jatim Bergabung, JLI Berkomitmen Penegakan Hukum

Surabaya (beritajatim.com) – Sukses di Surabaya, kantor advokat Java Lawyers International (JLI) juga melebarkan sayap dengan membuka kantor cabang di  Menara Palma, 5th Floor Suite 05-03, Jalan HR Rasuna Said, Blok X-2 Kavling 6, Jakarta Selatan.

Hadir dalam acara tersebut, mantan Gubernur Jatim Imam Utomo sebagai Senior Advisor JLI, Ketua Himpunan Persaudaraan Antar Suku Bangsa Indonesia (Hipasbi) HR Ali Badri Zaini sebagai Head Advisor JLI, Anggota Komisi II DPR RI Aminurohkman sebagai Advisor JLI, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Sabron Djamil Pasaribu sebagai Advisor JLI dan Ketua Tim Biro Kajian Strategis Staf Operasional (Rojianstra Sops) Mabes Polri, Kombes Pol Imam Sayuti.

Dalam rilis yang diterima beritajatim.com, Kamis (21/11/2019), Vice President Java Lawyers International (JLI), Judika Pangaribuan mengatakan, selama ini para advokat yang bernaung di JLI banyak menangani perkara korporasi, bisnis, perbankan dan tindak pidana korupsi.

“Perkara-perkara dugaan tindak pidana korupsi juga sebagai sasaran yang dilakukan penanganannya. Begitu juga  kasus-kasus rakyat. Itu sebagai komitmen kita dalam penegakan hukum,” katanya.

Ia berharap, dengan membuka kantor di Jakarta, pihaknya bisa melakukan check and balance terhadap perkara-perkara yang ditangani. Sehingga, tidak akan mempersulit proses pencarian keadilan dan kepastian hukum.

“Jujur saja, selama ini di daerah sangat banyak penanganan perkara yang tidak efektif dan tidak efisien. Terjadinya dis-koordinasi dengan sejumlah institusi hukum, harus diatasi,” tuturnya.

Menurut dia, institusi penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan Agung, hendaknya berbenah dan mengawasi kinerjanya di daerah-daerah, agar penanganan perkara demi kepastian hukum bagi para pencari keadilan tidak simpang siur, tidak digantung berlama-lama.

“Karena itulah, kita perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan perkara. Agar para pencari keadilan juga mendapatkan kepastian hukum,” ujarnya.

Sementara itu, President Java Lawyers International (JLI), Robert Simangunsong menambahkan, penanganan perkara untuk para pencari keadilan kurang efektif. Seringkali, kendala yang muncul berasal dari institusi-institusi penegak hukum itu sendiri, seperti kepolisian dan kejaksaan.

“Selama ini, di daerah kurang efektif dan kurang efisien. Jadi, supaya cepat koordinasinya ke pusat-pusat institusi hukum seperti Kejaksaan Agung dan Mabes Polri,” tuturnya.

Dia menilai, penanganan perkara untuk para pencari keadilan masih kurang efektif. Seringkali, kendala yang muncul berasal dari institusi-institusi penegak hukum itu sendiri, seperti kepolisian dan kejaksaan.

“Kita membuka kantor baru, Law Firm Java Lawyers International (JLI) di Jakarta ini, untuk mengefektifkan penanganan-penanganan perkara,” jelasnya.

Dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari para advokat, pakar dan staf mencapai 25 orang, pihaknya pernah menangani beberapa perkara kakap. Seperti perkara dugaan pungli di Pelindo III.

“Dalam waktu dekat, kita juga akan membuka kantor di cabang-cabang lain, seperti di Balikpapan, dan beberapa daerah di Kalimantan. Sebab, ada sejumlah klien kami, perusahaan tambang yang meminta juga supaya kami membuka kantor di sana,” pungkasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar