Hukum & Kriminal

Mantan Bupati Sidoarjo Nyatakan Suap Rp 550 Juta Bukan untuk Dirinya

Bupati Sidoarjo usai menjalani sidang kasus gratifikasi yang menjeranya di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (8/6/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Bupati Sidoarjo Saipul Ilah menyampaikan keberatan atas dakwaan (eksepsi) dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (8/6/2020).

Abah Ipul, begitu terdakwa biasa disapa, didudukkan di kursi pesakitan lantaran menerima suap Rp 550 juta dari kontraktor. Hal itu sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang minggu lalu.

Atas dakwaan tersebut, Abah Ipul menyatakan keberatan. Hal itu disampaikan kuasa hukumnya Samsul Huda, Ketua Tim Penasehat Hukum Saiful Ilah.

Disampaikan Samsul Huda, dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Pendopo Sidoarjo, Samsul mengaku kliennya tidak mengetahui tentang uang Rp 550 juta dari kontraktor Ibnu Gofur yang katanya akan diberikan kepada Saiful Ilah. “Tidak tahu menahu uang dari mana dan untuk apa,” ujarnya usai sidang.

Uang Rp 550 juta tersebut, lanjutnya, bukan mengarah ke Saiful Ilah, melainkan sebagai bukti untuk Kadis PU BM Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BM Sidoarjo yang juga Ppkom Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP, Sanadjihitu Sangadji.

“Proses peradilan ada hukum acaranya, dan harus berada di jalur yang benar. Kami pun berharap, majelis hakim juga berada di jalur yang benar,” tandasnya.

Diketahui, selain Saiful Ilah, beberapa pejabat di Pemkab Sidoarjo juga terseret kasus ini. Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto dan Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji, ketiganya juga sedang proses sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Meski berkasnya terpisah, Saiful dan tiga anak buahnya itu didakwa dengan pasal yang sama. Yakni pasal 12 huruf b UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Saiful Ilah disebut menerima Rp 550 juta, Sunarti menerima Rp 227 juta, Judi Tetra menerima Rp 350 juta, dan Sangadji menerima Rp 330 juta dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi.

Pemberian itu sudah diakui oleh dua kontraktor tersebut. Mereka telah terlebih dulu menjalani sidang. Masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar