Hukum & Kriminal

Mangkir Panggilan Penyidik, Ratih dan Syaiful Beralasan Kunker

Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi

Surabaya (beritajatim.com) – Dua anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati dan Saiful Aidy lagi-lagi tak memenuhi panggilan penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya dalam kasus korupsi Jasmas, Jumat (16/8/2019).

Aksi mangkir kedua anggota DPRD Surabaya ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya Ratih Retnowati dan Saiful Aidy juga mangkir dengan alasan menyelesaikan masalah keluarga.

Pemanggilan keduanya dilayangkan Kejari Perak pada Selasa (13/8/2019)
lalu yang diterima oleh Sekretaris DPRD Surabaya, Hadi Siswanto Anwar.

Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi menyatakan, keduanya mengirim surat kalau tidak datang. Alasannya urusan dinas.

Dalam suratnya, masih kata Dimaz, Ratih Retnowati mengaku sedang melaksanakan tugas kunjungan kerja
dibeberapa Kabupaten dan Kota dari tanggal 13 hingga 17 Juli dan berlanjut dengan kegiatan lain sampai 3 September.

” Sedangkan Saiful Aidy mengaku sedang ada pekerjaan diluar kota sampai tiga minggu,”sambung Dimaz.

Ratih dan Saiful dipanggil sebagai saksi atas perkara Sugito dan Darmawan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi jasmas.

Sugito dan Darmawan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah yang ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH  MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018 tertanggal 8 Februari 2018 lalu.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. [uci/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar