Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Mangkir Panggilan Penyidik, Polair Sumenep Jemput Paksa Nahkoda Kapal Selina Lamongan

Sumenep (beritajatim.com) – Anggota Satpol Air Sumenep terpaksa menjemput paksa nahkoda Kapal Selina, Lamongan, Dedi Fosfinda (27) warga asal Paciran, Lamongan. Nahkoda kapal tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tidak mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) saat mencari ikan di perairan Masalembu, Sumenep.

“Penjemputan tersangka terpaksa dilakukan karena sudah dua kali tidak mengindahkan panggilan tim penyidik Polair,” kata Kasatpolair Polres Sumenep, Iptu Agung Widodo, Kamis (30/09/2021).

Tim Satpol Air berangkat ke Lamongan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Nahkoda Kapal Selina itu sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 April 2021.

“Jadi kasusnya ini tidak mengantongi SPB ya, bukan penggunaan cantrang. Kasusnya sudah P21 atau dinyatakan lengkap. Berikutnya tahap penyerahan tersangka serta barang bukti pada penuntut umum,” terang Agung.

Sebelumnya, kapal nelayan Putri Selina asal Paciran Lamongan ditangkap nelayan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Kapal Putri Selina dengan 15 anak buah kapal itu, diduga mencari ikan di wilayah perairan laut Masalembu dengan menggunakan alat tangkap jenis cantrang.

Nahkoda kapal tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) saat mencari ikan di perairan laut Pulau Masalembu. Nahkoda dan 15 ABK kemudian dipulangkan ke daerah masing-masing. Sedangkan kapal dan alat tangkap ikan jenis cantrang diamankan sebagai barang bukti. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar