Hukum & Kriminal

Malu Anaknya Melahirkan Tanpa Suami, Pria Ini Buang Orok Cucunya ke Kali Genteng

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com)– Beralasan malu ketahuan anaknya melahirkan anak tanpa suami, Ulik alias Muslich (58) warga Ketandan Baru, Surabaya, nekat membuang bayi yang juga cucunya sendiri.

Menurut Muslich, saat itu sang cucu hampir lahir saat anak perempuannya sedang di rumah. Sang anak yang diketahui bernama Eka Zulifah (22) ini, mengeluhkan sakit dan merasakan ada tanda bayi dalam kandungannya lahir.

“Karena sakit dan bilang mau keluar gitu, saya cek ternyata kepala sang bayi sudah keluar sebagian,” jelas sang kakek saat gelar perkara di Mapolsek Bubutan, Surabaya, Selasa (8/10/2019).

Karena panik dan ketakutan dicemooh tetangga lantaran punya cucu tapi tak punya mantu, sang kakek ini pun lantas membantu anaknya melahirkan dengan memaksa menekan perut sang anak hingga bayi pun keluar. Tak disangka, karena terus mendapatkan tekanan dan tak mendapatkan pertolongan lebih lanjut, sang cucu yang berumur enam bulan dalam kandungan ini lahir tak bernyawa. “Nah pas lahir itu gak menangis, gak gerak dan seingat saya gak ada nafasnya juga,” lanjut sang kakek.

Sampai akhirnya, pelaku pun membuang sang bayi orok ini ke Kali Genteng. Tak selang lama dua hari pasca pembuangan, mayat bayi orok ini ditemukan warga dan Polsek Bubutan pun melakukan pencarian pelaku.

Dijelaskan Kapolsek Bubutan, AKP Prianti, terkuaknya kasus ini dikarenakan petugas jajarannya bekerja keras. Tak hanya mencoba mencari tahu warga sekitar penemuan mayat, tim penyidik juga memeriksa ke rumah sakit.

“Nah, pas ada laporan dari petugas rumah sakit bahwa ada seorang kakek dan anak perempuan masuk ke RS dengan kodisi sang anak perempuan opname karena pendarahan,” jelas Kapolsek.

Saat diperiksa, ternyata benar adanya bahwa kedua orang tersebut adalah pembuang bayi di Kali Genteng. Sampai akhirnya, sang kakek ditangkap dan diperiksa untuk mengetahui kronologi pembuangan bayi. “Jadi sang anak kena pasal juga karena setujui perintah sang ayah untuk menggugurkan bayi,” lanjutnya.

Tak hanya digugurkan saat besar, sebelum ketahuan hamil besar, sang kakek juga sudah meminta ke anak semata wayangnya menggugurkan kandungannya. Sang kakek pun memberikan minuman bersoda dan bahkan dua hari sekali meminta anaknya untuk makan buah nanas. “Nah, proses pemgguguran bayi ini yang menjadikan ayah dan anak ini masuk penjara,”tandasnya. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar