Hukum & Kriminal

Maling Apes, Nyuri Mixer Masjid Al Akbar, Dapatnya Kardus Kosong

Surabaya (beritajatim.com) – Utomo bin Moch Saleh kecele. Niatnya untuk mencuri mixer milik masjid Al Akbar ternyata hanya mendapatkan kardus kosong. Namun, pria tamatan SMP ini tetap harus mempertanggngjawabkan perbuatannya hingga didudukkan di kursi pesakitan PN Surabaya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzzaki, Rabu (10/6/2020).

Dari dakwaan JPU terungkap, perbuatan terdakwa dilakukan pada Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 07.00 Wib di masjid Al Akbar Surabaya.

Dalam melakukan perbuatannya terdakwa tak sendiri, dia bersama dengan Amirudin. Terdakwa berniat mencuri satu unit mixer amplifiyer milik Masjid Al Akbar Pagesangan Surabaya.

Terdakwa bersama Amirudin melakukan perbuatannya dengan memanjat dinding gudang tempat penyimpanan peralatan sound system, lalu setelah berada didalam gudang, terdakwa bersama Amirudin membuka sebuah peti yang didalamnya tersimpan mixer amplifiyer, kemudian mixer amplifiyer tersebut tidak langsung dibawa terdakwa keluar gedung, melainkan terdakwa letakkan terlebih dahulu di atas salah satu sudut ruangan gudang dan mixer amplifiyer tersebut dibungkus terdakwa dengan menggunakan karung dan kresek warna hitam, lalu terdakwa dan Amirudin keluar gudang dengan cara yang sama (memanjat dinding).

“Pada tanggal 5 Februari 2020 sekitar pukul 15.30 Wib terdakwa bertemu dengan Amiruddin di Masjid Al Akbar Pagesangan Surabaya untuk bersama-sama mengambil barang tersebut, lalu terdakwa masuk kedalam gudang tempat penyimpanan sound system tersebut dengan memanjat dinding, sedangkan Amiruddin mengawasi situasi dari luar, “ ujar JPU Muzzaki dalam dakwaanya.

Setelah berada di dalam gedung terdakwa mengambil mixer amplifiyer dari atas salah satu sudut ruangan, namun terdakwa merasa sedikit ada yang tidak beres, sebab mixer amplifiyer yang terdakwa bungkus dengan karung dan tas kresek warna hitam tersebut berubah tidak seberapa berat (menjadi agak ringan) namun terdakwa pada saat itu tidak memperdulikannya sebab untuk mengambil barang tersebut tidaklah mudah dan dibutuhkan usaha ekstra dan terdakwa sudah berhasil masuk kedalam gudang setidaknya untuk yang kedua kalinya serta mengambil mixer amplifiyer yang masih terbungkus karung dan kresek warna hitam.

Lalu terdakwa membawa keluar barang tersebut dari masjid dan menemui Amiruddin yang sudah menunggu di luar sisi selatan masjid dekat Hotel Namira, selanjutnya terdakwa bersama Amirudin membuka bungkusan tas kresek warna hitam tersebut dan terdakwa kaget karena isi dalam bungkusan tas kresek dan karung tersebut hanya sebuah kardus kosong dengan dikasih pemberat yang bentuknya kotak menyerupai mixer amplifayer. Karena kecewa, terdakwa lalu membuang kardus berbentuk kotak dengan pemberat tersebut ditepian jalan dan perbuatan terdakwa bersama Saudara Amirudin diketahui oleh saksi Rizky Syahrul Ramadhan (selaku pengurus Masjid Al Akbar) setelah melihat dari rekaman CCTV.

Perbuatan terdakwa sebagaimana telah diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke- 4 dan ke-5 KUHP. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar