Hukum & Kriminal

MAKI Bakal Pantau Sidang Penipuan dengan Kerugian Miliaran Rupiah

Surabaya (beritajatim.com) – Adanya laporan dari masyarakat karena khawatir persidangan penipuan dengan kerugian ratusan miliar rupiah tak berjalan sebagaimana mestinya, Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) berencana memantau sidang penipuan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dengan terdakwa Venansius Niek Widodo.

Boyamin Saiman selaku Kordinator MAKI menyatakan pihaknya melakukan pemantauan terhadap perkara Nomor 2482/PID.B/2020/PN Sby tersebut. Alasannya, terdakwa bukan sekali ini saja menjadi pesakitan. Meski dalam perkara sebelumnya juga menimbulkan kerugian ratusan miliar namun terdakwa hanya dihukum dalam hitungan bulan.

“Kami mendapatkan pengaduan dari masyarakat, bahwa beberapa orang mengaku menjadi korban dari kongsi Bisnis Nikel di Sulawesi Tenggara,” terang Boyamin saat ditemui, Jumat (4/12/2020).

“Namun bisnis tersebut dianggap tidak berjalan dengan baik, sehingga para korban mengalami kerugian puluhan hingga ratusan Miliar,” imbuhnya.

Boyamin juga mengungkapkan, pada 2018 terdakwa Venansius sudah dilaporkan oleh korban lainnya dan divonis inkracht selama 5 bulan. “Sekitar 2 tahun lalu, terdakwa pernah dilaporkan dengan kerugian ratusan miliar dan disidangkan di PN Surabaya dengan hukuman 5 bulan penjara. Pasalnya pemalsuan dan penipuan,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Boyamin, pelapor yang kedua ini merasa bahwa pada kasus yang pertama dengan kerugian ratusan miliar, namun hanya divonis 5 bulan saja. “Sebagian besar dari korban, tujuannya uang mereka kembali. Untuk ada pengembalian uang maka proses hukumnya harus benar. Maka mereka minta untuk saya memantau dan mengawal jalannya sidang,” kata Boyamin.

“Namun saya belum bisa mengatakan proses persidangan ini menyimpang atau ada dugaan KKN. Ini masih langkah awal datang ke PN dan menonton sidangnya,” tegas Pria asal Solo tersebut. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar