Hukum & Kriminal

Mak Susi Akan Ajukan Penangguhan Penahanan ke Polda Jatim

Sahid and Partner saat jumpa pers terkait perkara yang menjarat Mak Susi

Surabaya (beritajatim.com) – Tri Susanti alias Mak Susi mengajukan penangguhan penahanan ke penyidik Polda Jatim. Hal itu disampaikan kuasa hukumnya Sahid and Partner, Kamis (5/9/2019).

Dalam jumpa persnya, Sahid menyebut seharusnya Susi tidak perlu ditahan atau tidak ada kewajiban untuk ditahan karena tidak memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat 1. ” Mbak Susi kan usianya juga sudah tua, sudah 52 tahun. Memiliki anak yang masih kecil dan tidak mungkin melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulangi tindak pidana yang dilakukan,” ujar Sahid, Kamis (5/9/2019).

Penangguhan penahanan tersebut akan diajukan Sahid secepatnya. Adapun pertimbangan penangguhan penahanan yang diajukan adalah apa yang dilakukan Susi di depan asrama Papua jalan Kalasan Surabaya adalah untuk membela bendera merah putih.

Sahid menegakan bahwa kliennya tidak dijerat pasal berlapis seperti yang diberitakan selama ini, sebab dari BAP yang diberikan penyidik ibu dua putri ini hanya dijerat pasal Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk diketahui, insiden terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada malam menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Insiden dipicu adanya kabar pelecehan bendera merah putih yang dipasang di depan asrama.

Bendera yang dipasang ditempat itu, disebut telah dirusak orang tak dikenal. Tiang bendera patah dan bendera juga dirobek. Atas kabar ini, sejumlah Ormas merangsek menuju ke asrama. Hendak mengibarkan kembali bendera merah putih. Ditengah upaya ini, terjadi kericuhan yang diwarnai ucapan rasisme. Hingga warga Manokwari di tanah Papua bergejolak. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar