Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Mahfud MD: Bukti Dugaan Korupsi Lukas Enembe Sudah Cukup

Menko Polhukam Mahfud MD.

Malang (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bukti dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe sudah cukup. Dia pun meminta Lukas untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Sekali lagi kasus itu saya tegaskan kasus hukum bukan politik, dan itu atas perintah UU dan aspirasi masyarakat Papua agar Lukas Enembe diproses secara hukum karena indikasi korupsinya sudah cukup secara hukum,” kata Mahfud, Jumat, (23/9/2022).

Mahfud mengatakan, tidak mungkin KPK menetapkan seorang tersangka tanpa bukti kuat. Dia menyebut, pengungkapkan dugaan korupsi ini atas anspirasi masyarakat Papua dan bukti awal sudah memadai untuk menetapkan Lukas sebagai tersangka.


“Lalu ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dengan bukti awal penerimaan gratifikasi Rp1 miliar. Lalu di sana mau memberontak atau mau marah-marah katanya Rp1 miliar mau ditersangkakan. Maka saya jelaskan, bukan Rp1 miliar. Itu hanya bukti awal yang sudah bisa menjerat dia karena sudah ada siapa yang mentransfe, uangnya dari mana dan untuk apa, itu sudah ketemu,” paparnya.

Saat ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir rekening Lukas Enembe. Dalam rekening tersebut terdapat uang sebanyak Rp71 miliar.

“Dugaan korupsinya banyak sekali ada Rp566 miliar. Kemudian ada Rp71 miliar kontan yang sekarang kita tahan, kita blokir,” kata Mahfud. [luc/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev