Hukum & Kriminal

Lumpur Maut Surabaya, 8 Orang Diperiksa, 1 Melarikan Diri

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya memeriksa delapan orang dalam insiden terjadinya luapan lumpur galian proyek di Sokomanunggal, Surabaya, Sabtu (10/8/2019) lalu.

Kepolisian Polrestabes Surabaya memanggil delapan orang untuk dimintai keterangan. Di antaranya saksi warga, korban, pekerja proyek, pemilik proyek, dan pimpinan proyek.

“Sedangkan penanggungjawab proyek lari entah kemana saat hendak diperiksa kepolisian,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran kepada beritajatim.com, Selasa (13/8/2019)

Pemanggilan delapan orang tersebut rata-rata adalah pelaksana proyek calon pabrik PT. Sinar Suri Jalan Raya Sukomanunggal, no. 168, Sukomanunggal, Surabaya.

AKBP Sudamiran juga menjelaskan, pemeriksaan masih berlanjut meski kasus tersebut termasuk kecelakaan kerja.

Meski sudah memeriksa delapan orang dan satu orang melarikan diri, Polrestabes Surabaya belum menentukan pelaku dalam kasus ini.

“Kasusnya murni kecelakaan kerja. Tapi kita masih melakukan pendalaman dan memeriksa enam orang,” jelasnya.

Hingga saat ini pemeriksaan delapan orang termasuk pemilik proyek pengeboran tanah sedalam 30 meter tersebut untuk mencari tahu adanya unsur kelalaian atau tidak.

Namun, pihak kepolisian sudah menentukan jika bak tandon lumpur tidak sesuai standar dari ketentuan yang diatur dalam UU pembangunan gedung.

Selain itu, petugas kepolisian melalui unit IV Tipiter Sat Reskrim juga mendalami apakah bak penampung lumpur sudah sesuai standar atau tidak.

Jika unsur pemeriksaan membuktikan adanya kesengajaan pembuatan bak tampung yang tak sesuai standar. Maka piha kepolisian akan melakukan pemanggilan untuk tidak lanjut kasus tersebut.

“Kita masih mendalami kasusnya. Tunggu sampai petugas kami menyelesaikan kasus luapan lumpur ini selesai,” tandasnya.

Perlu diketahui kejadian luapan lumpur tersebut akibat dari luapan lumpur yang telah di tampung di penampungan sementara tidak kuat.

Karena tak kuat menahan lumpur akhirnya bak penampung jebol dan merusak pagar belakang milik dari PT SS Utama yang bersebelahan dengan proyek pembagunan.

Akibat kejadian tersebut satu karyawan pabrik sepatu sendal atas nama Imam Safi’i (35) , menghilang dan ditemukan meninggal dunia lantaran tertimbun lumpur sedalam 1,5 meter. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar