Hukum & Kriminal

LPSK Setuju Lindungi Saksi Pelaku Korupsi Pasar Manggisan

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) setuju melindungi keselamatan M. Fariz Nur Hidayat, terdakwa kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Permohonan diajukan pada 12 Februari 2020, dan dikabulkan oleh LPSK sebagaimana suratnya Nomor R-1272/1.5.HSHP/LPSK/04/2020. Pemberitahuan diterimanya layanan perlindungan ini pada 16 April 2020.

“Terdakwa melalui penasihat hukumnya mengajukan permohonan kepada Ketua LPSK perihal perlindungan hukum sebagai saksi pelaku (justice collaborator),” kata Zaenal Abidin, salah satu pengacara Fariz, saat pembacaan eksepsi dalam sidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Surabaya, Selasa (9/6/2020).

Foto ilustrasi

Zaenal mengungkapkan, terdakwa akan mengungkap fakta yang sebenar-benarnya. “Terdakwa berkeinginan mengungkap fakta yang sebenarnya dalam perkara a quo agar menjadi terang yang melakukan tindak pidana, yang ikut serta melakukan, dan yang menyuruh melakukan tidak pidana korupsi dalam perkara a quo,” katanya.

“Tapi ternyata terdakwa dan keluarga terdakwa justru memperoleh perlakuan yang kurang menyenangkan dari oknum tertentu yang ingin mengaburkan fakta yang sebenarnya,” tambah Zaenal. Selain memberikan keterangan di persidangan, Fariz juga telah memberikan keterangan dalam penyelidikan yang dilakukan Panitia Angket DPRD Jember pada 20 Maret 2020. Kesaksian di hadapan panitia angket ini juga akan dijadikan sebagai salah satu alat bukti surat dalam perkara tersebut.

Fariz adalah karyawan PT.Maksi Solusi Engineering yang menjadi konsultan perencanaan revitalisasi Pasar Manggisan. “Semua pekerjaan yang dilakukan terdakwa terurai baik dalam dakwaan primair maupun dalam dakwaan subsidair dilakukan atas perintah saksi Irawan Sugeng Widodo alias Pak Dodik selaku Direktur PT. Maksi Solusi Enjinering. Semua hasil pekerjaan diserahkan kepada Irawan Sugeng Widodo,” kata Zaenal. Irawan sendiri ditetapkan menjadi terdakwa kasus serupa. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar