Hukum & Kriminal

Lokasi Home Industri Ayam Tiren di Mojokerto Jauh dari Pemukiman Warga

Home industri ayam tiren di Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Home industri ayam mati kemarin (tiren) di Dusun Balok Lombok, Desa Balong Mojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto jauh dari pemukiman penduduk. Pelaku mencuci ayam dari peternak asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto tersebut, di belakang rumah.

Beritajatim.com mencoba mendatangi lokasi home industri ayam tiren milik Alex Suwandi (54) di Dusun Balok Lombok, Desa Balongmojo. Rumah tersebut bukan milik pelaku, namun milik orang lain yang merupakan tetangga Alex di Malang.

Lokasi yang jauh dari pemukiman warga ini diduga menjadikan proses pembersihan hingga packing tak diketahui warga. Warga Dusun Krajan Wetan, Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini melakukan aktivitas di rumah yang berada di area persawahan tersebut.

Sementara di bagian belakang rumah, terlihat ada kolam berisi air dengan lapisan terpal warna biru. Di sini, pelaku membersihkan ayam tiren tersebut sebelum akhirnya dipotong, dipilah dan dipacking untuk kemudian dijual ke Malang.

“Dia (pelaku, red) orang Malang. Dia diminta untuk menempati rumah itu, yang punya rumah di Malang. Rumah selama ini dalam keadaan kosong, pelaku dengan pemilik rumah merupakan tetangga di Malang,” tutur sumber beritajatim.com, Senin (11/11/2019).

Adik pemilik rumah, Waji (46) mengaku tidak kenal dengan pelaku. “Tidak kenal sama sekali, baru tiga hari. Ya baru. Tidak tahu (produksi ayam tiren di rumah tersebut, red). Tidak tahu orang mana. Ini rumah kakak saya. Saya juga tidak tahu dia sewa atau bagaimana,” ungkapnya.

Ada tujuh karyawan yang ada di rumah tersebut. Saat pihak Satreskrim Polres Mojokerto menggerebek pada, Sabtu (9/11/2019), ada delapan orang yang dibawa. Menurutnya, selama ini rumah kakaknya tersebut dalam keadaan kosong.

“Kakak saya tinggal di Malang, saya tidak tahu dan tidak kenal (dengan pelaku, red). Tidak ada hubungan apa-apa dengan kakak saya (pelaku, red). Kerjanya juga tidak tahu, tiga hari lalu tiba-tiba ada tujuh orang katanya karyawan. Tidak tahu kalau produksi ayam tiren,” ujarnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar