Hukum & Kriminal

Lima Tahun Terakhir, KPK Pernah Hentikan Penyelidikan 162 Kasus

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menghentikan 36 perkara di tahap Penyelidikan. KPK menyebut pada periode kepemimpinan yang lalu pun telah melakukan hal yang sama.

“Perlu juga kami sampaikan, penghentian perkara di tingkat penyelidikan ini bukanlah praktik yang baru dilakukan saat ini saja di KPK,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, data 5 tahun terakhir sejak 2016 KPK pernah menghentikan penyelidikan sebanyak total 162 kasus. Ali memastikan, penghentian tersebut tentu dilakukan dengan sangat hati-hati dan bertanggung jawab.

Ali pun memaparkan, sejumlah pertimbangan penghentian, yakni, sejumlah penyelidikan sudah dilakukan sejak 2011 (9 tahun), 2013, 2015, dan lainnya. Kemudian, selama proses penyelidikan dilakukan tidak terpenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan, seperti: bukti permulaan yang cukup, bukan tindak pidana korupsi dan alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Untuk tahun 2020, jenis penyelidikan yang dihentikan cukup beragam, yaitu terkait dugaan korupsi oleh kepala daerah, BUMN, aparat penegak hukum, kementerian/lembaga, dan DPR/D,” kata Ali.

Dia menambahkan, sesuai dengan Pasal 40 UU KPK No 30 Tahun 2002 yang melarang KPK menghentikan penyidikan dan penuntutan, maka di tahap penyelidikan KPK wajib memastikan seluruh kasus yang naik ke penyidikan memiliki bukti yang kuat. Sehingga sudah sepatutnya proses penghentian sebuah perkara dilakukan di tahap penyelidikan.

Sama halnya, lanjut Ali, dengan pasca berlakunya UU KPK yang baru. Meskipun UU No. 19 Tahun 2019 membuka ruang secara terbatas bagi KPK untuk menghentikan perkara di tingkat penyidikan dan penuntutan, namun KPK tetap wajib menangani perkara secara hati-hati. Pada Pasal 40 UU No. 19 Tahun 2019 penghentian penyidikan dapat dilakukan jika belum selesai dalam jangka waktu 2 tahun. Sehingga, dalam proses penyelidikan lah kecukupan bukti awal diuji sedemikian rupa.

“Jika bukti cukup dapat ditingkatkan ke penyidikan, namun jika tidak cukup maka wajib dihentikan,” kata Ali. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar