Hukum & Kriminal

Lihat Anak 7 Tahun Mandi lalu Mencabuli, Hamzah Diseret ke Pengadilan

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang perkara pencabulan yang mendudukkan Heri Hamzah (36), warga dusun Sumbersuko, desa Tunglur, Kabupaten Kediri digelar perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (12/12/2019).

Sidang dengan korban anak di bawah umur yakni ES (7) Inu berlangsung tertutup. Selama hampir dua jam, terdakwa menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi diteruskan dengan pemeriksaan terdakwa.

Patni Polanda, Penasihat hukum (PH) terdakwa Heri Hamzah dari LBH LACAK, ketika ditemui usai persidangan menyampaikan, kasus ini berawal ketika ada laporan dari asisten rumah tangga (ART) korban yang bernama saksi Zuni Qoni’ah dan Yeni Setiyawati, bahwa terdakwa melakukan pencabulan terhadap ES.

“Zuni ini merekam pengakuan korban. Waktu korban cerita, kalau terdakwa ini menyuruhnya mengelus-elus ke***uan terdakwa,” kata Patni.

Masih menurut Patni, terdakwa melakukan perbuatannya, waktu keadaan rumah dalam keadaan sepi. Dan sebanyak lebih kurang lebih lima kali melakukan kelakuan bejatnya itu.

“Terdakwa melakukannya karena sering melihat korban telanjang saat mau mandi. Jadi dia mungkin tergiur melihat itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Patni menjelaskan jika terdakwa bekerja di keluarga korban di jalan Kertajaya selama lebih kurang lima tahun. Dan terdakwa bekerja sebagai tenaga serabutan. “Serabutan,” ucap Patni.

Terkait hasil visum, Patni mengatakan bahwa terdakwa mengaku hanya mengelus-elus saja. Akan tetapi dari hasil visum dokter menerangkan bahwa alat vital korban mengalami robek.

“Terdakwa ga ngaku kalau masukin. Cuma ngelus-elus saja. Tapi visum bilang ada robek,” pungkas Patni. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar