Hukum & Kriminal

LBH Lentera Ajak Kawal Kasus Kekerasan Jurnalis Tempo Nurhadi Hingga Persidangan

Konferensi pers yang diselenggarakan secara daring melalui zoom dan akun YouTube AJI Indonesia, Minggu, (18/4/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Nurhadi, jurnalis Tempo menjadi korban penganiayaan saat melakukan reportase di Gedung Samudra Bumimoro, 27 Maret lalu. Dalam peristiwa tersebut, Nurhadi dianiaya oleh para pelaku yang berjumlah 10-15 orang dan diduga beberapa di antara mereka adalah anggota kepolisian.

Selain penganiayaan, mereka juga merusak sim card di ponsel milik Nurhadi dan menghapus seluruh data dan dokumen yang tersimpan di ponsel tersebut. Melihat kasus ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera meminta jurnalis untuk mengawal kasus ini hingga di persidangan.

“Kita perlu melakukan pendampingan bersama. Maka dari itu kita harampkan dalam kasus ini kita bisa melakukan pengawasan, pendampingan hingga di persidangan nantinya,” jelas Salawati Tahet, LBH Lentera saat menjadi narasumber.

Perlu diketahui, kasus Nurhadi masih diselidiki oleh kepolisian daerah Jawa Timur. Namun tim pendamping hukum telah menemukan fakta-fakta atas keterlibatan beberapa orang dalam kasus kekerasan tersebut. Oleh sebab itu, dalam proses hukum ini Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama narasumber Nurhadi (korban), Fatkhul Khoir perwakilan Federasi Kontras, Salawati Taher (LBH Lentera), Arif Zulkifli (Dewan Pers), Anton Septian (Redaktur Majalah Tempo) dan Sasmito (Ketua Umum AJI) mengharapkan jurnalis bisa membongkar fakta bersama di acara daring ini.

“Sebab melalui pendampingan sampai ke tingkat peradilan, kita bisa mendapatkan transparansi proses hukum terhadap kawan kita Nurhadi. Itu harapannya,” lanjutnya.

Sementara itu, kasus Nurhadi ini dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara oleh kepolisian Polda Jawa Timur. Diharapkan, melalui proses pemeriksaan korban dan sejumlah saksi termasuk terduga para tersangka hingga akhirnya bisa segera disidangkan.(man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar