Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

LBH Al Faruq Kediri Adukan Dugaan Jual Beli Jabatan dalam Pengisian Perangkat Desa ke Kejaksaan

Kediri (beritajatim.com) – Seleksi perangkat Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri tahun 2021 diduga diwarnai kecurangan. Salah satu warga Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang diwakili Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Al Faruq Kadiri melaporkan dugaan terjadinya rekayasa atau jual beli jabatan ke Kejaksaan Negeri setempat.

” Calon ini ditawari uang agar tidak maju. Agar tidak meneruskan dan tidak menuntut. Memang uang ganti rugi itu belum disampaikan, tetapi hal ini menimbulkan keraguan, bahwa ini penyelenggaraan (seleksi perangkat desa) ini memang main-main, ” kata Mohamad Karim Amrulloh, SH dari LBH Al Faruq Kadiri.

Masih kata Karim, uang yang dijanjikan kepada kliennya sebesar Rp 250 juta. Dalam aduannya, LBH Al Faruq Kadiri menyebut Kepala Desa, Panitia Seleksi Rekrutmen Pengangkatan Perangkat DesaTahun 2021 Desa Bendo diduga kuat telah menentukan calon terpilih dan dapat dipastikan terpilih sebagai perangkat desa meskipun ada rangkaian proses seleksi administrasi maupun tes ujian perangkat.

Adapun posisi penjabat atau perangkat Desa Bendo yang kosong adalah Kepala Urusan Perencanaan, Kepala Dusun Bendo Lor serta Kepala Dusun Bendo Kidul.

Dengan adanya dugaan itu, LBH Al Faruq Kadiri mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri untuk membatalkan pelaksanaan seleksi rekrutmen perangkat desa, memeriksa serta menindak tegas, pihak terkait yang diduga menjalankan proses tersebut penuh rekayasa dan melawan peraturan perundangan yang ada.

” Ini juga seiring dengan apa yang disampaikan Mas Dhito ( sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) untuk menyampaikan jika ada dugaan kecurangan dan sebagainya. Karena tata kelola pemerintahan itu harus dijalankan sesuai dengan aturan, ” tambahnya lagi.

Sementara itu terkait hal ini Kasi Inteljen Kejari Kabupaten Kediri Roni SH, melalui Kasubsi C Seksi Inteljen Anang Yustisia mengungkapkan telah menerima laporan pengaduan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

” Kita terima melalui PTSP, kita buatkan tanda terima dan tunggu surat masuk ke sekretariat pimpinan, serta menunggu petunjuk dari pimpinan, ” pungkas Kasubsi C Seksi Inteljen Anang Yustisia. [nm/ted].


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati