Hukum & Kriminal

Lawan Polisi, Dua Pelaku Curanmor Asal Pasuruan Ditembak Mati di Malang

Salah satu sindikat curanmor di Kota Malang yang ditangkap Polres Malang Kota.

Malang(beritajatim.com) – Polres Malang Kota terpaksa melumpuhkan dua pelaku Curanmor asal Pasuruan berinisial E (30 tahun) dan MS (21 tahun) dengan timah panas. Keduanya ditembak mati karena melawan polisi saat akan ditangkap.

Kedua pelaku curanmor itu, ditangkap usai melancarkan aksinya di sebuah rumah di kawasan Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang pada 17 September 2019 lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu polisi telah mengintai dua pelaku.

Setelah cukup lama diintai, polisi pun berusaha menangkap. Saat penangkapan itulah, pelaku mencoba melawan polisi dengan senjata tajam. Bahkan, salah satu anggota polisi tertusuk senjata tajam. Akhirnya, polisi memberikan tembakan kepada dua pelaku.

“Pelaku melakukan perlawanan dengan sajam dan menusuk anggota kami. Beruntung anggota kami sigap dan kemudian melakukan tindakan tegas terukur,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, Selasa, (8/10/2019).

“Pelaku melakukan perlawanan. Ini sudah sesuai SOP. Setelah itu kita bawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong,” imbuhnya.

Dony mengungkapkan, bahwa kedua pelaku ini merupakan residivis kasus curanmor. Kedua pelaku telah beraksi di 50 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Malang. Kedua pelaku pun juga beberapa kali terekam kamera CCTV saat melancarkan aksinya.

“Kasus ini masih kami lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kami juga memanggil korban untuk menelusuri kasus ini dari beberapa laporan polisi yang kami data. Kami akan terus melakukan pengejaran sampai Kota Malang bebas curanmor,” tandasnya. (Luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar