Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Laporan Bamboe Runcing Soal Perampasan Mobil Ditindaklanjuti Polrestabes Surabaya

Komunitas Bamboe Runcing melapor ke Polrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sempat ditolak kepolisian, akhirnya, laporan Warsito bersama komunitas Bamboe Runcing diterima oleh polisi. Ia melaporkan kejadian perampasan mobil pick up Carry W 8798 DV yang mengatasnamakan Suzuki Finance Indonesia (SFI) saat sedang bekerja di Jalan Klampis pada Kamis (23/09/2021).

Dihubungi beritajatim pada Jumat (01/10/2021), Randi ketua Bamboe Runcing Surabaya menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil akibat tidak ada itikad baik dari pihak finance untuk mengembalikan mobil tersebut. Ia pun akan terus mengawal kasus ini di jalur hukum.

“Massa rekan OJOL akan terus mengawal proses hukum kasus ini mas,” ujar Randi.

Randi pun menambahkan bahwa pihak SFI pernah mengembalikan dompet dan benda berharga pada Warsito. Tetapi pengembalian itu ditolak karena ia sudah mempercayakan proses kepada pihak kepolisian. Ia pun berharap polisi segera memproses laporan tersebut.

“Kemungkinan kita akan terus mengawal proses tersebut. Berharap hukum tetep pro keadilan dan pro rakyat. Dalam arti perampasan tsb seharusnya diproses oleh pihak kepolisian,jika tidak diproses berarti kepolisian menghalalkan cara – cara Debt Collector untuk menarik dengan cara tersebut.,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kompol Mirzal Maulana selaku Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa laporan dari Warsito masih dalam proses penyelidikan.

“Infonya mobil sudah dikembalikan ke korban, masih dalam proses penyelidikan jatanras mas. koordinasi sama kanit jatanras yah,” ujar Mirzal Maulana saat dikonfirmasi beritajatim pada Jumat, (1/10/2021).

Penjelasan SFI

Sebelumnya Jefri Pandu selaku Kepala Recovery Suzuki Finance menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan relaksasi sebelumnya kepada kreditur. Ia pun juga telah memberikan surat peringatan.

“Kami sudah berikan surat peringatan, kemarin tim kami pun sudah datang. Saat didatangi tidak mau membayar. Tadi barusan bilang kalo mau bayar Rp 5 juta,” ujar Jefri saat dikonfirmasi oleh beritajatim.com beberapa waktu lalu.

Ia pun menyayangkan harus ada aksi geruduk tersebut. Apalagi aksi juga sampai menutup akses jalan keluar sehingga karyawan dan pembeli di Suzuki tidak bisa pulang.

“Tadi ditutup, kan kasian pelanggan kami. Disinikan bukan hanya finance saja tapi ada bengkel dan dealer juga. Jadi ga bisa keluar tadi,” keluhnya.

Ia pun menjelaskan hasil mediasi yang telah dilakukan oleh pihak Polsek Mulyorejo, Kreditur dan pihak Suzuki Finance. Dalam mediasi tersebut pihaknya sempat diintimidasi untuk mengeluarkan unit yang bermasalah.

“Kita diintimidasi bahwa unit harus dikembalikan. Lo inikan ada tunggakan ya dibayar dulu. Mereka mendesak agar unit didatangkan. Cicilannya kan sudah 4 bulan jalan kelima. Satu bulannya kan 3 jutaan rupiah. Nah ini tadi kami ditawari bayar Rp 5 juta. Kan kami juga ada regulasi,” Imbuhnya..(ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar