Hukum & Kriminal

Lapas Lowokwaru Malang Bebaskan 311 Narapidana Selama Tiga Hari

Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Kota Malang, membuat hand sanitizer.

Malang(beritajatim.com) – Penyebaran virus corona Covid-19 membuat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengeluarkan Keputusan Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang sejak Rabu, 1 April hingga Jumat, 3 April 2020, telah membebaskan 311 narapidana umum dan narkoba. Rencananya hingga 7 April mendatang akan ada 450 narapidana yang bebas dan di rumahkan.

“Tentu yang dibebaskan adalah mereka yang memenuhi kriteria asimilasi, mereka akan dibebaskan dan di rumahkan. Kalau data yang sudah masuk sampai tanggal 7 April 2020, nanti kami akan membebaskan sebanyak 450 napi,” ujar Kepala Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang, Agung Krisna, Sabtu, (4/4/2020).

Jumlah ini masih bisa bertambah lagi, sebab pihak Lapas masih melakukan screnning narapidana yang berhak mendapatkan asimilasi. Mereka yang berhak mendapatkan asimilasi adalah narapidana yang hukumannya di bawah 5 tahun, berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan selama di Lapas Lowokwaru.

“Narapidana yang berhak mendapatkan asimiliasi adalah mereka yang memiliki masa hukuman di bawah lima tahun. Sesuai revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012¬†tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Syaratnya kalau sudah setengah masa pidananya sebelum 31 Desember 2020 maka akan diasimilasikan,” papar Agung.

Agung mengungkapkan, bahwa pendataan narapidana yang berhak mendapat asimilasi akan dilakukan selama masa darurat Covid-19 atau hingga 29 Mei mendatang. Saat ini total ada 3.022 narapidana di Lapas Klas I Lowokwaru Malang. Sementara kapasitas Lapas Klas I Lowokwaru Malang hanya untuk 936 narapidana.

“Kami tidak ingin ada yang berhak mendapatkan asimilasi tapi justru terlewat. Untuk itu, kami akan melakukan screening terus. Tentu harus dicek terus administrasinya mulai kapan ditahan, juga kapan setengah dari masa pidananya,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar